Siapa yang tak kenal dengan dasar Negara Republik Indonesia, Pancasila? Tak terasa kini sudah 76, Pancasila senantiasa mengawal Indonesia sejak pertama kali dicetuskan. Lantas, bagaimana cara kita untuk terus mengibarkan semangat Pancasila di masa pandemi Covid-19 sekarang?
Apa ada yang tahu mengapa tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila? Ini merupakan hari yang mengacu pada sejarah dicetuskannya Pancasila oleh Ir. Soekarno. Sudah 76 tahun Pancasila mengawal Indonesia sejak pertama kali dicetuskan oleh Bapak Bangsa Soekarno dalam pidato bersejarah pada Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Tanggal yang menjadi tonggak penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
Jika memikirkan nama "Pancasila" pastinya hal yang utama muncul dipikirkan yaitu "perjuangan". Dimana para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia berusaha untuk merumuskan dasar negara Republik Indonesia dimasa penjajahan Jepang pada masa itu. Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini dimaknai sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan penuh semangat.
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperingatinya. Hal terpenting yang perlu diingat adalah kita dapat memaknai Pancasila sebagai nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan, seperti menghormati sesama walau berbeda agama, mengakui persamaan hak dan derajat masyarakat Indonesia, saling membantu dan gotong royong dalam menjaga persatuan, dan lain sebagainya. Bagi Ni Luh Ayu Nirwasita (17) selaku siswa SMA Negeri 3 Denpasar mengaku saat memperingati hari lahirnya Pancasila tidak melakukan apa-apa dan sebagian besar pula merasa bawa hari lahirnya Pancasila hanya sebatas sebagai hari libur nasional. "Karena masih dalam kondisi pandemi kesadaran siswa untuk memperingati hari Pancasila ini masih kurang karena tidak adanya perayaan khusus," ujar Sita.
Pandemi kini belum usai, ibarat sedang bertempur melawan penjajah walaupun perbedaannya hanya kali ini sedang berperang melawan virus bukannya penjajah. Mungkin terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda, karena pandemi ini kita secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi, dan krisis pembelajaran. Tetapi diharapkan masyarakat tetap mengikuti dan merayakan Hari Kelahiran Pancasila walaupun sedang dilanda pandemi dan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Ade Maya Amyana (41) selaku guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMA Negeri 3 Denpasar mengaku tetap mengikuti upacara memperingati Hari Kelahiran Pancasila walaupun dilanda pandemi yang kini belum usai, "pelaksanaannya dengan mengikuti peringatan secara virtual atau live streaming dan juga ikut meramaikan dengan mengisi border foto profile dengan aplikasi dan di share di media sosial pribadi". Seluruh masyarakat Indonesia juga diimbau untuk mengikuti upacara melalui siaran langsung di kanal YouTube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, atau siaran TVRI dari kantor atau tempat tinggal masing-masing. Tentunya dengan mematuhi protokol pencegahan COVID-19.
Masih dalam momen Hari Lahir Pancasila merupakan awal untuk mengedepankan sikap gotong royong. Itu sesuai arahan dari Presiden RI Joko Widodo, agar saling membantu di semua kaum masyarakat dan terus berkarya, "Gotong royong di masa sekarang ini sudah berjalan dengan baik. Telah terbukti dengan adanya kegiatan saling membantu di masyarakat seperti memberikan bansos (bantuan sosial)," tutup Sita. (krn/cd)

