Pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin jenuh. Streaming film pun menjadi pengalih rasa bosan yang kian memuncak. Streaming film bahkan jadi candu baru bagi masyarakat. Tak heran tren streaming film yang semakin melejit. Lantas bagaimana tanggapan remaja Denpasar?
Sudah setahun sejak Covid-19 menetap di Indonesia. Menjadi awal yang mengharuskan orang terpisah dari teman-teman dan juga dunia luar, serta awal dari semua dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19. Dengan adanya pandemi yang memaksa semua orang menjalani aktivitasnya di rumah tentu membuat masyarakat seakan mati kebosanan. Kebosanan inilah yang menjadi alasan masyarakat mencari hiburan dengan melakukan streaming film. Streaming film yang dilakukan masyarakat bahkan sampai membuat tren streaming film di Indonesia melonjak. Bahkan jika ditelisik lebih lanjut, Direktur Eksekutif Informasi and Communication Technologi (ICT) Institute Heru Sutadi menjelaskan pandemi sudah mendongkrak jumlah pengguna Video-on-demand (VOD) di tanah air lebih dari 50% dan terus berlanjut hingga naik 10%. Lantas bagaimana tanggapan remaja Denpasar terkait tren streaming film kian melonjak di kala pandemi?
Berdasarkan hasil survei yang oleh tim Madyapadma kepada 100 remaja Denpasar dengan batas usia 13-20 tahun ada tanggal 9-11 Maret 2021. Responden polling terdiri dari 78% perempuan dan 22% laki-laki. Dengan memanfaatkan formulir google menggunakan metode acak sederhana.
Hasil yang diperoleh menunjukkan sekitar 32% remaja Denpasar mengaku hanya terkadang (2-3 hari dalam seminggu) melakukan streaming film sebelum pandemi Covid-19 menyerang Indonesia. “Alasan saya jarang melakukan streaming salah satunya kesibukan. Berapa lamanya (red- streaming) tergantung mood, kira-kira dua jam untuk satu film,” aku I Made Prata Yoga (17) salah satu siswa SMK Negeri 5 Denpasar saat diwawancarai via online oleh tim Madyapadma pada Kamis (11/3).
Sebanyak 41% responden bahkan menyatakan bahwa sangat jarang (1 hari dalam seminggu) bagi mereka untuk streaming film sebelum pandemi. “Sebelum pandemi saya sibuk sekolah dan organisasi di Banjar. Belum lagi tugas sekolah banyak. Jadi untuk streaming film saya sangat jarang,” tutur Ni Komang Arik Surya Saputra (17) siswa SMA Negeri 3 Denpasar.
Namun angka yang berbanding terbalik tampak pada 10% yang menjawab sering melakukan streaming film di masa sebelum pandemi Covid-19. “Sebelum pandemi COVID-19 saya sudah sering streaming film hal itu saya lakukan karena saya memang suka menonton film dan untuk mengisi waktu luang agar tidak bosan. Sekali streaming dapat 30 menit sampai 2 jam,” ujar I Putu Pramanugraha Widhiasuta (16) siswa SMA Negeri 1 Denpasar. Sisanya sebanyak 11% responden tampaknya masih ragu akan hal ini.
Berbeda halnya dengan sebelum pandemi Covid-19 berlangsung, sebanyak 31% mengaku mulai sering ( 4-5 hari dalam seminggu) melakukan streaming film melalui layanan streaming di kala pandemi ini. Ini membuktikan ada lainya lonjakkan tajam 21% responden yang sering melakukan streaming. “Saya merasa bosan diam di rumah saja, kegiatan yang paling mudah untuk dilakukan ya streaming. Selain itu dengan streaming film saya bisa menambah pengetahuan mengenai dunia luar yang mungkin tidak bisa saya dapatkan di lingkungan tempat saya tinggal, tentunya saya merasa terhibur,” ujar Ni Made Ari Puan Kamini (16) siswi SMA Negeri 6 Denpasar. Ari bahkan menambahkan bahwa dalam satu kali streaming film, dapat menghabiskan 2-6 jam tergantung dengan kesibukannya.
Bukan hanya itu, responden yang mengaku sangat sering melakukan streaming film di masa pandemi Covid-19 naik sebanyak 13% menjadi 19%. Persentase mengejutkan juga terus tampak pada responden yang mengaku jarang atau bahkan sangat jarang menurun. Rinciannya responden yang jarang melakukan streaming 28% (turun 4%) dan responden yang sangat jarang melakukan streaming 11% (turun 30%). “Saya jarang melakukan streaming film karena itu dapat merusak mata terlalu lama untuk menonton, dan dapat menyita waktu saya untuk mengerjakan sesuatu yang belum selesai,” tutur Ni Komang Aryastiwi (16) siswi SMA Negeri 3 Denpasar. Sisanya sebanyak 11% responden ragu untuk menjawab hal ini.
Sebagai media penghibur, platform streaming sepeti Netflix juga turut terkena imbasnya. Menurut data Statista Research Departement, estimasi jumlah subscriber streaming Netflix di Indonesia 2017-2020 menunjukkan adanya peningkatan di tiap tahunnya. Rinciannya pada tahun 2017 pelanggan streaming Netflix yang tercatat mencapai 95 ribu, tahun 2018 tumbuk sebanyak dua kali lipat menjadi 237,3 ribu pelanggan. Pada 2019 jumlah pelanggan Netflix yang tercatat mencapai 482 ribu pelanggan, data ini meningkat juga meninggi dua kali lipat di banding tahun 2019 dan terus melejit sampai 907 pelanggan ditahun 2020.
Dengan lonjakan pengguna streaming film yang terdaftar, sebanyak 55% responden mengakui bahwa melakukan streaming film di platform streaming film lebih ketimbang menonton langsung di bioskop. Bahkan sebanyak 19% responden sangat menyetujui akan hal ini. “ Dalam kondisi pandemi seperti ini, tempat-tempat umum seperti bioskop rata-rata ditutup, tetapi bila pandemi sudah usai, streaming film di rumah juga menguntungkan karena bisa menonton film itu berulang kali atau mendapat suasa baru tidak seperti di bioskop seperti biasa,” ujar I Dewa Ayu Natih Suci Gayatri (15) siswi SMP Negeri 12 Denpasar.
Kadek Meira Ananda Widya Bestari (17) siswi SMA Negeri 3 Denpasar juga turut berpendapat bahwa dengan melakukan streaming film di rumah akan membantu memutus mata rantai Covid-19. “ Menurut saya hal ini baik, walau merugikan pemilik bioskop, tapi dengan diam di rumah dan melakukan streaming film akan efektif mengurangi penyebaran Covid-19 karena tidak perlu menimbulkan kerumunan,” ucap Meira. Memang sejak diberhentikannya seluruh pada 23 Maret 2020, diketahui kurang lebih 2,300 layar bioskop di Indonesia harus tutup beroperasi.
Dengan segala kemudahan yang di dapat jika melakukan streaming film tak menutup kemungkinan tren streaming film akan terus meningkat walau pandemi Covid-19 sudah selesai. Hal ini terbukti dari lebih setengah yakni 62% responden yang menganggap tren streaming akan terus meningkat walau pandemi Covid-19 sudah selesai. Sebanyak 18% lainnya bahkan meyakini akan sangat berpeluang jika tren ini terus meningkat. “Menurut saya tren streaming akan tetap meningkat seiring dengan perkembangan teknologi yang mendukung kegiatan streaming ini, dan walaupun pandemi nanti pastinya akan berakhir, tren streaming akan tetap diminati dan kemudian akan meningkat,” ujar Kadek Dwi Paramesti Indah Padmarini (15) siswa SMA Negeri 3 Denpasar. (ekn)

