Satu semester telah dilewati pelajar dan guru dengan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Penilaian akhir semester pun telah usai dilaksanakan. Kini, para pelajar tinggal menyambut kedatangan libur akhir semester.
Selama enam bulan terakhir pelakaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan, pastinya dunia pendidikan telah mengalami sedikit penyesuaian dari bulan-bulan sebelumnya. Tetapi, nampaknya proses belajar mengajar secara jarak jauh masih juga dianggap sulit dan kurang efektif. “Menurut saya PJJ selama satu semester ini tidak terlalu efektif, kenapa? Karena menurut saya hampir semua siswa banyak yang tidak paham terhadap materi yang diajarkan, alasannya bisa saja karena memang materinya yang susah untuk dipelajari sendiri atau alasan-alasan lainnya,” ujar Komang Ayu Mirah Kumala Dewi (16), siswi asal SMAN 3 Denpasar saat diwawancarai oleh Tim Madyapadma pada Minggu (06/12). Hal serupa juga disampaikan oleh I Putu Fendy Arya Saputra (17). “Menurut saya sih PJJ kurang efektif ya karna kita kadang tidak jelas memahami materi yg disampaikan lewat PJJ ini lebih baik tatap muka karna bisa mendengar penjelasan langsung dari guru,” ujar siswa asal SMA PGRI 4 Denpasar itu.
Tak diherankan, sebab nampaknya dari sisi pengajar pun masih menghadapi kesulitan dalam hal ini. Seperti yang disampaikan oleh Ni Putu Suastini (52), pengajar asal SMPN 3 Denpasar, “Dalam pembelajaran jarak jauh ini pasti ada saja kendalanya. Biasanya koneksi internet yang jadi masalah utama murid untuk bisa belajar. Kemudian kesulitan menyampaikan materi karena tidak bisa tatap muka langsung dengan muridnya. Untuk memberi nilai juga pastinya jadi lebih sulit,”. Hasilnya, siswa pun juga merasa hasil belajar mereka sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi. “Saya jujur kurang puas karna PJJ ini masi serba terbatas kadang materi yang disampaikan tidak jelas dan susah untuk dipahami bila dijelaskan hanya lewat sebuah catatan,” ujar Fendy. Keterbatasan dalam pemahaman materi ini nampaknya memang menjadi salah satu permasalahan PJJ. “Untuk hasil pembelajaran pasti kembali lagi ke masing-masing pribadi ya. Tapi di masa sekarang ini saya tidak bisa menuntut murid untuk 100% paham betul dengan semua materi. Menurut saya mereka sudah berusaha yang terbaik untuk saat ini,” tambah Suastini.
Bagaimanapun, proses PJJ kini telah berlalu dan para siswa tinggal menunggu pembagian raport serta liburan akhir semester. Liburan kali ini pasti sudah menjadi waktu yang dinanti-nanti para siswa untuk dapat beristirahat sejenak. “Untuk liburan akhir semester ini saya belum mempunyai rencana, karena masih dalam keadaan pandemi, jujur saya masih sedikit takut untuk bepergian keluar rumah,” kata Mirah. Selama pembelajaran daring, Mirah kerap mengisi waktu luangnya dengan beristirahat dan membuat tugas-tugas yang diberikan. Sedangkan hal berbeda dikatakan oleh Fendy, “Rencana kegiatan sih pasti ada untuk liburan ini mungkin mengisi waktu untuk jalan-jalan saja,”. Ia juga menambahkan, bahwa waktu luang yang ia miliki akan digunakan untuk beristirahat sebaik-baiknya, mengingat bulan-bulan sebelumnya sudah hanya terfokus kepada materi pelajaran.
Seiring berjalannya waktu, diharapkan kualitas PJJ akan terus mengalami peningkatan. “Menurut saya hal yang dapat ditingkatkan dalam pembelajaran daring ini adalah dalam hal pemberian tugas, pertama sebaiknya guru memberikan tugas yang jumlahnya tidak terlalu banyak dengan tujuan agar murid-murid bisa mengerjakan tugas itu perlahan tetapi mereka bisa mengerti daripada tugas yang banyak tapi tidak mengerti.” Harap Mirah. Semoga jeda liburan akhir semester ini bisa dipergunakan sebaik-baiknya dan menambah semangat belajar para siswa kedepannya. (scy/dp)

