Wabah Covid-19 di Indonesia hingga kini nampaknya belum juga usai. Sebagian melihat hal ini sebagai masalah yang tak ada jalan keluarnya. Namun beberapa diantara kita justru berpikir ini tak begitu buruk. Siapa sangka, pandemi ini dapat membukakan jalan bagi masyarakat untuk mulai membuka usaha. Senin (26/10)
Tak dapat dipungkiri, wabah Covid-19 memang terus menyerang perekonomian masyarakat. Dikarenakan keadaan sekarang yang tak memungkinkan sebagian dari kita untuk bekerja, dengan terpaksa kita harus mencari sumber penghasilan lainnya. Siapa sangka, masa yang awalnya penuh dengan keterpurukan ini justru membangkitkan semangat beberapa orang untuk membuka usaha baru. Seperti halnya Ida Bagus Damar Putra (17) yang memiliki bisnis hias tanaman. “Memulai usaha di kala pandemi menurut saya sebagai pengisi waktu luang dan menambah pengalaman, disamping hobi, juga bisa menghasilkan, jadi tidak ada salahnya mencoba hal baru.” Ujarnya bangga. Ia mengaku, alasannya memulai bisnis di kala pandemi ini untuk mengisi waktu luang, menambah penghasilan, dan juga refreshing. Memang, selain untuk menambah penghasilan, memulai bisnis juga dapat membuat kita semakin produktif karena memiliki kesibukan baru.
Tetapi memulai suatu bisnis tidaklah semudah yang dibayangkan orang-orang. Terlebih lagi di masa pandemi ini, sudah tentu keadaan berbeda dari sebelumnya. Tak jarang, para pebisnis baru akan mengalami kesulitan. “Saya sempat mencoba mencari perbandingan ke beberapa UMKM yang saya kenal. Ternyata hampir sama dengan kasus saya sendiri, bahwa usaha disaat ini prospeknya jauh menurun, pendapatan perharinya itu menurun. Kadang ada usaha yang satu hari itu tidak dapat penghasilan seperti di salon atau bidang pariwisata,” jelas I Kadek Adiana Putra, S.Pd, M.Si (33). Adiana yang kini membuka jasa Laundry juga menambahkan, “Sebelum pandemi usaha saya lancar-lancar saja, banyak customer yang datang meminta jasa ke usaha laundry saya, sehingga bisa bayar karyawan. Setelah pandemi ada, usaha saya pendapatannya menurun, karena jumlah customer yang mencari jasa laundry semakin sedikit,”. Hal seperti ini tidak mengherankan, mengingat pandemi ini merupakan waktu yang sulit bagi semua orang.
Pernyataan serupa dilontarkan oleh I Gst Ayu Dewi Cahyani Pramesti (18), seorang pemilik usaha Gift Shop. Ia merasa kesulitan yang dihadapinya dalam berbisnis dikala pandemi ini adalah persaingan yang semakin sengit dengan kompetitor lainnya. “Selama pandemi orang-orang lebih banyak membuka usaha yang sama seperti saya dan lebih kreatif juga. Jadi lebih banyak kompetitor selama masa pandemi ini. Sekarang semakin banyak kompetitor dan menjualnya dengan harga yang lebih murah dari harga produk saya. Membuat para customer membeli yang murah tetapi tidak sebanding dengan kualitas produk saya,” ucapnya. Tetapi, kesulitan sebesar apapun itu masih saja bisa mereka atasi dengan baik. Dalam hal ini, para pengusaha tentu punya cara tersendiri untuk mempertahankan bisnisnya. “Saya mencoba melakukan promosi dengan menurunkan harga dan saya juga one one solution dengan karyawan untungnya karyawan memahami,” tutur Adiana. Cahyani pun sama, juga kini menurunkan harga dan mengikuti trend.
Memulai bisnis kini menjadi hal yang awam dimasa pandemi. Namun sayangnya, tentu saja tak semua dari mereka yang memulai akan berhasil. Perlu dedikasi dan kerja keras untuk mereka bisa mengembangkan bisnisnya. “Kita harus cerdas melirik situasi, cerdas melihat peluang, jangan ikut-ikutan. Pilih unit-unit pengembangan usaha yang langka tetapi memiliki prospek untuk dikembangkan. Mungkin kita harus melirik-melirik sesuatu yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat secara langsung tetapi menjadi hal yang vital untuk saat ini,” pesan Adiana. “Memulai usaha sama dengan siap menerima resiko, jadi jangan takut untuk mencoba hal baru, karena memang, langkah terberat adalah langkah pertama” tutup Damar. (mo/scy)

