Vaksin telah siap diedarkan di Indonesia pada November nanti. Namun, harus kembali diuji klinis, setelah lulus apakah masyarakat di Indonesia dapat terbebas dari Virus Corona?Jumat, (23/10)
Pemerintah telah berencana untuk memulai vaksinasi Virus Corona massal pada awal bulan November 2020. Vaksin yang dipesan itu di antaranya merupakan produksi Sinovac, G42 atau Sinopharm, CanSino Biologics.
Untuk tahun ini, CanSino menyanggupi 100.000 dosis vaksin (single dose) pada bulan November 2020. Selanjutnya, 15 hingga 20 juta dosis vaksin untuk tahun 2021. Sementara G42 atau Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dari jumlah tersebut, diperkirakan ada sekitar lima juta dosis yang akan mulai datang pada November 2020. Sementara itu, Sinovac menyanggupi tiga juta dosis vaksin yang diperkirakan datang hingga akhir Desember 2020.
Dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. Kemudian, untuk 2021 mendatang, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose).
Single dose diartikan sebagai satu orang hanya membutuhkan satu dosis vaksinasi, sedangkan dual dose diartikan sebagai seseorang yang membutuhkan dua kali vaksinasi untuk satu orang. Maka total keseluruhan hingga tahun 2021 yaitu sebesar 153.100.000 atau diperkirakan 56% dari total keseluruhan penduduk Indonesia.
Menurut Made Minarti Witarini Dewi (40) sebagai dokter umum mengatakan bahwa saat ini uji klinis untuk vaksin Covid-19 masih dilakukan oleh beberapa perusahaan. "Ada beberapa tahapan uji klinis yang harus dilewati untuk menentukan apakah vaksin tersebut aman dan benar memiliki kemampuan untuk mematikan virus SARS CoV-2, maka dari itu uji klinis hendaknya dilakukan dengan baik sehingga vaksin yang dihasilkan dapat menyelamatkan masyarakat," ujar Made Minarti.
Dr. I Ketut Rai Sutapa (41) sebagai dokter umum mengatakan bahwa vaksin Covid-19 merupakan salah satu solusi terbaik dalam mengatasi pandemi Covid-19. "Dengan adanya vaksin itu, harapan besar lebih efektif untuk mencegah penularan Covid-19 tetapi harus tetap menunggu hasil uji klinis di Indonesia, walapun di negara uji klinis sudah berhasil," ujar Rai Sutapa.
Kendati demikian, vaksin Covid-19 tetap dinilai tidak dapat menjadi jaminan untuk mengatasi Covid-19, "Karena pola hidup sangat mempengaruhi perjalanan penyakit. Maka diharapkan dengan diberikan vaksin, tubuh akan membentuk antibodi yang akan kebal dengan infeksi ini. Maka dari itu tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh," saran Putu Tarita Susanti, salah satu dokter umum di Rumah Sakit Sanglah. (mo)

