Media sosial tak hanya dapat berperan sebagai hiburan dan menampik kebosanan. Namun di era teknologi canggih seperti masa kini media sosial juga memiliki peran yang besar terhadap sektor ekonomi masyarakat. Kekuatan dari pengguna para sosial media atau yang lebih kerap disapa “netizen” merupakan suara yang mampu mengubah hal yang biasa saja menjadi sangat luar biasa.
Media sosial merupakan sebuah kebutuhan yang memiliki kaitan yang sangat erat di kehidupan masyarakat sebagai sarana komunikasi. Media sosial juga merupakan sebuah media yang bisa meningkatkan suatu kepercayaan diri. Cici Wirna Agustin(21) salah satu Mahasiswi Misi Program Studi Psikologi, Universitas Dhyana Pura ini mengaku bahwa media sosial memiliki pengaruh besar di tengah zaman era globalisasi. “Di zaman globalisasi media sosial bisa menjadi sebuah tolak ukur karena ketika tidak memiliki sosial media maka akan mengalami ketertinggalan dan juga menimbulkan rasa minder dan tidak percaya diri,” ungkap Cici Wirna. Tak hanya berperan sebagai tolak ukur, media sosial juga bisa digunakan sebagai wadah tampung pendapat dan komunikasi masyarakat, media sosial juga berperan di berbagai sektor kehidupan masyarakat dan pemerintahan. Beberapa diantaranya adalah sektor ekonomi dan pariwisata.
Kekuatan dari media sosial bisa dikatakan sebagai kekuatan dari masyarakat indonesia itu sendiri. Beberapa hari belakangan ini dunia media sosial Indonesia tengah diramaikan dengan sebuah iklan promosi kuliner. Pembawaannya yang menarik membuat berita tersebut viral di seluruh masyarakat Indonesia dan diperbincangkan dari mulut ke mulut. Hal tersebut merupakan salah satu efek besar dari sebuah kekuatan media sosial di sektor ekonomi. Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa sesuatu yang biasa namun ketika telah disentuh oleh kekuatan para “netizen” indonesia besar kemungkinan menjadi viral dan akan memiliki pamor untuk berdaya saing maka hal tersebut akan menjadi suatu hal yang luar biasa. “Dengan viralnya kuliner tersebut oleh para netizen jadi pamornya naik dan promosinya berhasil sehingga bisa naikin omset, jadi jika kegiatan ekonomi di bidang kuliner mampu dikemas dengan menarik dan tak biasa maka akan viral jadi otomatis bisa bantu di bidang ekonomi masyarakat,” tutur salah satu Mahasiswi Manajemen Akuntansi Universitas Swasta Kampus Alfa Prima Denpasar, Ni Kadek Novita Dwi Cahyani(23).
Dewasa kini tak hanya di sektor ekonomi, namun media sosial juga sangat mampu mempengaruhi sektor wisata tanah air jika mampu digunakan secara maksimal. Khususnya di pulau dewata yang memanfaatkan keindahan alamnya sebagai kunci utama berkembangnya sektor pariwisata sehingga mampu mengangkat nilai ekonomi masyarakat. Tentunya keindahan tersebut tak akan disia-siakan oleh para pengguna media sosial. Mengabadikan dan membagikan hal tersebut tentu akan sangat berhasil membuat wisata tersebut menjadi terkenal. Tak ayal sebuah perjalanan wisata akan dilakukan ketika seseorang melihat referensi di media sosial sehingga media sosial merupakan solusi promosi terbaik dengan modal yang jauh lebih sedikit. “Sebelum melakukan perjalanan wisata ke tempat yang jauh pastinya aku akan cek dulu lewat media sosial bagaimana kondisi tempatnya dan spot fotonya menarik atau tidak apalagi di zaman sekarang harus selalu abadikan momen dan kita selaku pengunjung tidak ingin kecewa,” Ujar Cici Wirna.
Sosial media akan membuat sebuah objek wisata terkenal di kawasan mancanegara. Hanya bermodalkan aplikasi sosial media, kuota, dan angel foto yang menarik maka informasi bisa menjangkau wilayah yang luas. Generasi milenial merupakan generasi yang akan menyukai hal praktis dan akan mencari tahu secara terperinci demi memuaskan rasa penasarannya. Kondisi tersebut akan menimbulkan sisi positif dan negatif ketika sebuah objek wisata menjadi viral akibat kelakuan “netizen”. “Positifnya dengan perkembangan sektor pariwisata maka akan meningkatkan devisa serta sektor ekonomi yang cepat dalam penyediaan lapangan kerja, sebaliknya jika viral juga bisa menimbulkan sisi negatif karena ketika tempat sudah terjamah banyak orang maka kemungkinan mengalami kerusakan juga akan semakin besar,” jelas Novita.
Media sosial akan menimbulkan sisi positif yang lebih besar bila dimanfaatkan secara maksimal dan optimal. Kepopuleran di media sosial alangkah baiknya selalu dipertahankan dan dilestarikan agar tak hanya menjadi pamor dan gimmick sekejap mata saja. “Jika telah populer maka usahakan agar tetap terjaga dan bila perlu tingkatkan agar semakin populer di media sosial karena itu merupakan pemanfaatan media sosial yang benar sehingga pamor daerah kita akan tetap terjaga di luar daerah,” harap Cici Wirna (krn).

