Kala pandemi, tak dapat ditepis beberapa orang tak mendapat kuota internet semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, justru kuota internet memiliki peran penting sebagai pendukung pembelajaran jarak jauh. Bak pahlawan, Kemendikbud RI akhirnya turun tangan berikan bantuan.
Pada (18/09) lalu, Kemendikbud RI menerbitkan Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020, tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020. Bantuan kuota data internet itu tak hanya dapat dinikmati para peserta didik di seluruh Indonesia, kendati juga para tenaga pendidik. Tujuannya tentu untuk menunjang pelaksanaan belajar dari rumah pada masa pandemi COVID-19. Pemberian bantuan tersebut direncanakan berlangsung empat bulan lamanya. Dimana, peserta didik PAUD akan menerima bantuan 20 GB kuota internet, siswa SD hingga SMA akan mendapat 35 GB kuota internet, guru-guru PAUD hingga SMA akan menerima paket kuota data 42 GB, terakhir untuk mahasiswa juga dosen masing-masing akan mendapat 50 GB kuota internet. Bantuan yang diberikan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi melalui operator seluler tentu sangat bermanfaat. “Lumayan terbantu karena aku gapake WiFi jadi sementara nggak perlu ngeluarin biaya buat beli kuota,” aku Wahyu Dwi Kristian Napitupulu (17) salah seorang siswa SMAN 5 Denpasar yang telah menerima bantuan kuota internet.
Wahyu menuturkan bahwa memang betul selama pembelajaran jarak jauh biaya untuk membeli kuota internet jadi meningkat. “Ya nambah 50.000 sampai 70.000 lah setiap bulan kalau diperkirakan. Jadi 150.000 sampai 170.000 gitu pas daring. Kalau sebelumnya 100.000 paling banyak,” jelas Wahyu. Walau sebetulnya sang ibu tak pernah mengomel masalah kuota internet, Wahyu acap kali merasa tak enak hati meminta uang untuk membeli kuota internet. “Jarang minta uang ke mama. Uang sendiri dulu. Kalau nggak mampu baru minta,” ujar Wahyu. Kadang kali Wahyu meminta hotspot sang kakak ketika paket data internetnya habis. Begitu pula sebaliknya, “Selang-seling gitu. Simbiosis mutualisme,” gurau Wahyu. Wahyu mendapat 30 GB kuota belajar dan 5 GB kuota umum pada (22/9) lalu.
Rupanya tak hanya siswa yang merasa bantuan kuota internet sangat membantu, tenaga pendidik pun menilai hal serupa. “Sangat mendukung pembelajaran daring dalam kondisi pandemi COVID-19. Pembelajaran tentu dapat lebih baik sehingga siswa mampu meningkatkan prestasinya,” ucap kepala sekolah SMAN 3 Denpasar Drs. Ida Bagus Sudirga, M.Pd.H (58). Ni Putu Suastini S.Pd., M.Pd (52) guru asal SMPN 3 Denpasar pun sependapat dengan Sudirga. “Ya tentu saya berharap kuota internet ini cepat cair untuk seluruh siswa. Kalau sudah diberikan dengan merata, semangat belajar anak-anak juga pasti meningkat dan pembelajaran daring ini akan jadi lebih efektif. Karena disini kita memang sangat membutuhkan kuota yang jumlahnya bisa dibilang tidak sedikit. Sangat sulit bagi siswa bisa mengikuti pembelajaran dengan optimal jika masih berkendala soal kuota,” ungkap Suastini. Setelah semua subsidi kuota internet cair, Suastini berencana “merekomendasi siswa untuk menggunakan kuota tersebut untuk kepentingan belajar daring seperti video call group dan mengakses materi dari guru pengajar.”
penulis: dyt/dis
reporter: scy

