Pandemi covid-19 kian membuat gempar masyarakat. Selain terhambatnya perekonomian, muncul pula angka pengangguran dan kemiskinan yang lebih tinggi serta munculnya risiko kejahatan.
Di masa pandemi ini banyak tantangan yang harus dihadapi masyarakat. Tidak hanya memporak porandakan anggaran negara, kini pandemi Covid-19 turut mengoyak angka pengangguran dan juga kemiskinan. Karena sejak Covid-19 ini, banyak karyawan atau pekerja yang kehilangan pekerjaannya atau di PHK dari perusahaanya, bahkan tidak jarang masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya lewat berdagang ataupun bekerja kecil-kecilan pun juga terhenti karena pandemi.
Masalah tersebut menyebabkan tingkat kemiskinan dan pengangguran makin tinggi, bahkan tidak jarang juga terjadi kejahatan karena sudah lama menganggur dan tidak bisa memenuhi kebutuhan. Akhirnya muncullah niat untuk mencuri demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ida Bagus Adi Raditya Pratiyaksa (17) mengungkapkan bahwa angka pengangguran akibat pandemi Covid-19 cukup meningkat, "Rata-rata banyak yang kehilangan pekerjaan bahkan sampai ada perusahaan yang ditutup karena pandemi ini, walaupun tidak semua tetapi itu bisa dibilang mengkhawatirkan." ungkap siswa TRISMA tersebut.
Selain itu, Ni Made Mutia Pradnyawangi (17) mengungkapkan cukup miris tentang munculnya resiko kejahatan akibat meningkatnya tingkat pengangguran. "Orang - orang yang melakukan kejahatan karena mereka dipecat atau tidak punya uang itu seharusnya berusaha memikirkan solusi yang baik, bukannya dengan cara yang instan tetapi bisa merugikan negara sendiri," ungkap perempuan yang sering disapa Mutia tersebut.
Berdasarkan data pusat statistik, ada sekitar 24,79 juta orang miskin di Indonesia pada September 2019. Angka ini setara dengan 9,22% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan per Agustus 2019, ada 7,05 juta orang pengangguran atau 5,28% dari angka kerja di Indonesia sebanyak 133,56 juta orang. Tetapi, serangan pandemi covid-19 bisa semakin menambah jumlah ini secara signifikan, "Sebaiknya pemerintah memberikan subsidi untuk orang yang baru saja di PHK, pengangguran, dan orang miskin yang tidak dapat pekerjaan, dan menawarkan atau membuka lapangan pekerjaan yang setidaknya bisa dikerjakan dari rumah, aman, dan penghasilan yang cukup. Tergantung dari niat dan kemampuan para pengangguran tersebut," ujar siswa yang sering disapa Gus Radit tersebut. (dp/ek)

