Saat ini Indonesia sedang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19. Walau demikian hal tersebut tak gentarkan semangat para generasi muda untuk merakayan HUT RI yang ke-75 tahun.
Pandemi Covid-19 memang menjadi ancaman bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Tentunya virus ini menebarkan kekhawatiran bagi rakyat Indonesia. Namun, kekhawatiran yang ditimbulkan oleh virus yang satu ini tak membuat para generasi muda enggan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun. Sebagai generasi muda kemerdekaan Indonesia memiliki makna tersendiri bagi mereka. Seperti yang diungkapkan oleh I Putu Fendy Arya Saputra (17) "HUT kemerdekaan ini tentu saja sebagai penghargaan untuk para pejuang kemerdekaan, setelah lama sekali kita dijajah akhirnya pada 17 agustus 1945 kita berhasil merebut kemerdekaan itu dari penjajah maka dari itu kita memperingatinya dengan HUT kemerdekaan ini." Kemerdekaan juga memiliki makna yang lain bagi I Putu Panji Ari Tenaya (17) "Kemerdekaan menurut saya itu artinya sebuah kebebasan. Sikap bebas untuk bisa berkreasi, berpendapat, mengeluarkan ide cemerlang dan sebagainya, sehingga semua pihak dapat hidup dengan rukun dan damai tanpa adanya perselisihan."
HUT RI biasanya diwarnai dengan adanya perlombaan-perlombaan yang menjalin kebersamaan antar masyarakat. Walau begitu saat ini menjaga jarak satu sama lain menjadi hal yang sangat penting kala pandemi. I Putu Fendy Arya Saputra mengungkapkan "Disini saya dan STT banjar mengadakan kegiatan lomba layangan, lomba ini dilaksanakan di rumah masing-masing. Jadi setiap peserta akan menerbangkan layang-layang dari rumah. Nanti akan ada tim penilai yang datang untuk melihat layangan yang dinaikkan tersebut. Itu juga salah satu protokol kesehatan kita karena kita tidak boleh berkumpul beramai-ramai. Jadi kita adakan lomba ini dari rumah masing-masing agar tidak terjadi perkumpulan atau keramaian.” Nampaknya, lomba layang-layang ini dianggap solusi yang pas bagi generasi muda. Seperti yang disampaikan I Gede Agus Sumarbawa (17), “Disini STT kami mengadakan lomba layangan. Kenapa kita memilih lomba layangan? Karena ini bisa sangat efektif untuk diadakan, apalagi kita sedang diterpa pandemi seperti ini, jadi lomba layangan ini bisa dijadikan salah satu pilihan karena kita sistemnya menerbangkan dari rumah masing-masing. Jadi kita mencegah perkumpulan. Ini juga kita lakukan agar tidak mengurangi tradisi mengadakan lomba-lomba disaat perayaan HUT RI itu sendiri.”
Berbeda dengan Fendy dan Agus, I Putu Panji Ari Tenaya (17) mengaku perlombaan di lingkungannya lebih bervariasi. “Di lingkungan saya diadakan lomba layangan, lomba memasukkan paku kedalam botol, lomba tarik tambang, dan lomba gala-gala. Protokol kesehatan sudah disiapkan untuk mengadakan lomba tersebut dengan mengecek suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, dan menggunakan masker,” tutur Panji. Perayaan kemerdekaan di tengah pandemi ini merupakan hal yang baru. Kendati begitu, kesan perayaan hari kemerdekaan tetap terasa kuat. “Sesuatu yang berkesan menurut saya banyak sekali, terutama saat hari kemerdekaan ini pasti kita mengadakan lomba-lomba. Nah hal ini sangat berkesan karena disini kita bisa memupuk kebersamaan, kerjasama, dan kerja keras kita untuk mengadakan atau mengikuti lomba itu sendiri dan ini juga salah satu cara dari kita untuk mengikuti jasa pahlawan kita mengikuti rasa perjuangan kerjasama dan pantang menyerah dari pahlawan-pahlawan kita, dari sinilah kita bisa menanamkan sifat-sifat tersebut,” ungkap Agus.
Perayaan kemerdekaan ini tak hanya sekadar berlangsung setiap 17 Agustus saja. Namun, hendaknya dapat dijadikan ajang oleh orang-orang untuk memajukan bangsa Indonesia. “Semoga di peringatan HUT RI ke-75 ini, Indonesia bisa segera merdeka dalam artian terbebas dari pandemi Covid-19. Sehingga semua sektor baik pariwisata, ekonomi, dan lainnya dapat kembali pulih dan bangkit untuk membangun NKRI menjadi negara maju, macan Asia. Semoga untuk kedepannya Indonesia bisa menjadi negeri yang lebih maju, lebih bermartabat, lebih sejahtera, adil dan makmur,” tutup Panji.

