
Bendera bertajuk merah putih hiasi seluruh sudut bumi Trisma. Baliho raksasa berdiri tegak, sambut siapa saja yang akan masuki kawasan Trisma. (14/01) bila biasanya hanya warna abu-abu saja yang penuhi mata. Kali ini warna biru tua turut hiasi bumi Trisma. Ada apakah?
Tatkala warna jingga masih tumpah di langit, SMAN 3 Denpasar telah dipenuhi siswa-siswa yang sibuk lalu lalang dengan raut wajah harap-harap cemas. Mempersiapkan segala sarana yang diperlukan dalam rangkaian acara ETC (Entrepreneurship Trisma Competition) dan EPT 6 (Eksibisi Praja Trisma). Trisma yang tenang lantas tiba-tiba ramai dipenuhi keriuhan yang pekakan telinga. Sebelum laga dimulai, puluhan siswa menengah pertama berbondong-bondong meminta berkat di Padmasana SMAN 3 Denpasar. Sambil menghitung waktu mulainya segala kegiatan yang akan digelar, beberapa peserta lomba menghabiskan waktunya dengan berkeliling melihat keadaan SMAN 3 Denpasar.
“Acara EPT ini telah kami siapkan sejak sebulan yang lalu. Seperti persiapan peralatan, ruangan dan juga dekorasi,” ucap Ni Made Risma Damayanthi selaku panitia Eksibisi Praja Trisma yang ke-6, sambil terengah-engah dengan peluh keringat basahi pelipisnya. Meski memasang tampang sembrawut, seakan garis-garis berliku penuhi pikirannya, gadis berambut hitam legam ini mengaku acara yang diaturnya ini berjalan lancar sesuai skenario yang diharapkan. Tentunya semua hal itu tidak akan berjalan dengan mulus, apabila kata kerja sama tidak menyertai. “Pastinya bukan hanya saya yang turun tangan dalam acara ini, dengan bantuan 23 tenaga lainnya dari ketiga angkatan dan bahkan para alumni ikut berkontribusi untuk mendukung acara ini,” ungkapnya sembari senyuman kecil timbul membingkai wajahnya.
Eksibisi Praja Trisma yang ke-6 ini dilengkapi oleh sederetan lomba yang menarik minat para remaja yang masih duduki bangku sekolah menengah pertama. Adapun lomba-lomba yang bertujuan mencari bibit-bibit unggul dan berkualitas sepulau Bali, yakni antara lain lomba hasta karya, lomba tutor sebaya, lomba cerdas cermat, lomba pertolongan pertama, dan lomba tandu darurat. “Kami berangkat dari Karangasem sekitar pukul enam. Tapi sebelumnya kami kumpul dulu di sekolah terlebih dahulu,” ungkap Ni Kadek Sopiani, salah satu peserta lomba pertolongan pertama. Siswi asal SMPN 3 Rendang ini juga menyatakan bahwa melalui EPT yang ke-6 ini, teman pula tabungan pengalamannya menjadi bertambah. Walau rasa gugup sempat selimuti sosoknya, namun ketulusan niat untuk kibarkan nama sekolah jadi yang terbaik, terpancar jelas di kedua manik mata bulatnya. “Kita latihan persiapan ini sudah hampir seminggu, dengan jadwal latihannya tiap hari. Tapi tadi ada satu kesalahan yang kami nggak sengaja buat, dan langsung dikoreksi agar lebih jelas,” tutur Sopi ketika ditemui seusai menjalankan aksinya. Kendati demikian, di penghujung acara, nama SMPN 3 Rendang keluar sebagai juara umum 1. Spontan disambut dengan sorak sorai para penonton lainnya.
Tak kalah menarik dengan Eksibisi Praja Trisma, Entrepreneurship Trisma Competition (ETC) juga menghadirkan lomba untuk diikuti seluruh pelajar menengah pertama se-Bali. ETC mengadakan lomba proposal bisnis dan produk usaha sera lomba desain kemasan. Berbeda dengan EPT, ETC dilaksanakan di ruang pertemuan SMAN 3 Denpasar. Saat masuki ruangan ber-AC tersebut akan nampak peserta-peserta memenuhi ruangan dengan aura penuh ketegangan. Semuanya terlihat serius mengikuti rentetan acara yang telah dipersiapkan panitia. Memiliki pesaing yang lingkupnya hingga pulau Bali tentu bukanlah hal mudah. Diperlukan persiapan yang matang jika ingin menjadi favorit di ajang yang satu ini. “Persiapan yang dilakuin sih tentu saja membuat proposal, membuat produk lalu membuat power point, serta tidak lupa untuk latihan presentasi,” jelas Ni Nyoman Lavanya Iswari Devi salah satu peserta lomba yang berasal dari SMPN 10 Denpasar. Lavanya juga mengungkapkan bagaimana perasaan penuh harap diselimuti rasa cemas ingin membanggakan orang tua menguasainya. Namun siapa sangka akhirnya Lavanya dan tim berhasil menyabet juara pertama dalam ajang ini, diikuti dengan SMPN 1 Denpasar sebagai juara kedua dan lagi-lagi tim lain yang berasal dari SMPN 10 Denpasar membawa pulang piala sebagai juara ketiga. (dyt, kar)

