Saat warna dalam diri memudar, dirinya hadir untuk memekatkan warna itu. Berhentilah, karena hal buruk akan dimulai dari hal terkecil lontaran kalimat itulah yang diharapkan untuk generasi masa kini . (15/3)
Era globalisasi, teknologi semakin merambat luas, apapun dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Fakta itulah yang disadari oleh Anindya Fika Desinta (23) dan rekanrekannya. “Sekarang ini teknologi semakin berkembang pesat, apapun bisa dengan mudah dan cepat kita akses. Tapi disisi lain banyak juga yang masih menyalahgunakan kemudahan dan kecepatan teknologi,” paparnya dengan gurat wajah serius. Berangkat dari persoalan itulah, akhirnya tema Crack It Break It pun disepakati untuk menjadi tonggak acara Communiphoria kali ini. “Istilah Crack It Break It sendiri diharapkan dapat menyadarkan anak bangsa bahwa menggunakan teknologi seperti telur yang harus mampu dipecahkan dan dipatahkan dahulu untuk bisa kita pergunakan,”jelas Anindya yang mengemban tugas selaku ketua panitia. Sosok yang stand out atau berbeda pun dihadirkan pada acara ini. “Kali ini kami mengundang dua narasumber yakni Adiyat Yori Rambe dan Karlina Chandra,” ujarnya.
Ditemui seusai mengisi talkshow, salah satu narasumber, Adiyat Yori Rambe mengungkapkan bahwa keberadaannya pada Communiphoria ini adalah berbagi informasi terhadap maraknya penyalahgunaan teknologi ataupun kasus bullying. “Bullying ini ada empat macam, yang paling booming (masa naiknya sebuah kasus-red) ada cyber-bullying karena belum ada undang-undang kusus untuk cyber-bullying aja,” ungkap pria yang menjadi salah satu pengurus komunitas SudahDong ini. Lebih lanjut Yori (sapaan Aditya Yori Rambe-red) Communiphoria sebagai ajang yang baik untuk menjembatani remaja dalam menyadari pentingnya kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. “Daripada mengomentari dan membully orang, kenapa tidak ajang communiphoria kayak gini yang dikembangin dan diikuti banyak orang,” tungkas bertubuh berisi ini.
Tak hanya diisi dengan talkshow, Communiphoria yang ada disetiap tahunnya ini kembali mengadakan lomba yang menjurus pada ilmu komunikasi, diantaranya Jurnalistik, TV Production, Penyiaran Radio, dan Public Relation. Setelah diperas, akhirnya menyisakan 7 finalis yang berlaga di Ciputra World Mall, lantai LG (depan Hypermart), Surabaya. Communiphoria sendiri senantiasa hadir untuk menjembatani dan menuntun generasi muda untuk terus berpikir bijak dan positif dalam menindaki sesuatu hal. Sekarang semua bergantung pada diri masing-masing, apa ingin melewati jembatan ini atau justru malah melewatkannya begitu saja ( anj)

