“Kami patriot, kami patriot, kami ini patriot olahraga,” lantunan lagu Mars PON menggema hebat di seantero lapangan GOR Ngurah Rai. Seperti tahun ke tahun, siswa-siswi SMAN 3 Denpasar berkesempatan membawakannya langsung pada gladi pembukaan PORJAR 2019 (08/04).
Deruman sepeda motor tak henti-hentinya memenuhi area parkir GOR Ngurah Rai. Dari SD, SMP, maupun SMA/SMAK jadi satu pada pagi hari itu. Sambil memakai jaket kebanggaan sekolah masing-masing, mereka tampak begitu tangguh. Seolah siap berlaga, dan piala bergilir itu mutlak akan menjadi miliknya. Sementara itu, jarum jam bahkan belum mencapai angka tujuh, ketika deretan bangku penonton telah dipadati siswa-siswi SMAN 3 Denpasar. Dengan dibalut baju HUT Trisma yang bertema kelabu cerah, mereka siap mengemban tugas tahunan Trisma, yakni sebagai aubade dalam rangkaian acara pembukaan PORJAR.
Lapangan hijau GOR Ngurah Rai lantas terpampang di depan mata. Berpadu dengan warna-warni seragam pelajar Kota Denpasar lainnya yang turut akan memeriahkan acara. Setelah diberi arahan sejenak oleh guru yang bertugas, beberapa menit kemudian salah satu siswa Trisma yang ditunjuk sebagai dirigen, tampil ke muka dengan percaya diri. Dentingan piano mulai terdengar, seketika suara grasak-grusuk para siswa pun padam. Suara berat laki-laki dan nada tinggi perempuan bercampur menjadi satu keharmonian. Tampak cukup kompak membawakan lagu Mars PON yang menggugah rasa semangat. Tak sadar keringat mulai mengalir basahi pelipis. Rasanya topi biru Trisma tak cukup halangi sinar mentari pagi itu. Meski demikian, para siswa berhasil menyelesaikan lagu dengan melodi yang tepat, mengundang acungan jempol dari guru yang mengawas.
Tak hanya bertugas sebagai aubbade saja, siswa SMAN 3 Denpasar juga berkesempatan menjadi pasukan pengibar bendera dalam upacara pembukaan PORJAR 2019. “Latihannya cuma dapet dua kali aja, yaitu pas hari Minggu dan pas gladi. Latihan waktu hari Minggu kita Cuma didampingi sama OSIS Trisma. Terus waktu gladi tadi ternyata banyak banget perubahannya,” ungkap Kadek Satria Putra Purnama (16) saat ditemui seusai gladi upacara. Satria juga mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapinya seperti harus cepat tanggap terhadap intruksi yang diberikan. Tampil di depan ratusan orang bukanlah hal yang mudah, Satria mengaku bahwa dirinya juga perlu untuk menyiapkan mentalnya guna tampil di depan umum. “Kita kan bawa nama sekolah, jadi harus tampil semaksimal mungkin karena kita kan sudah diberi kepercayaan,” ucap Satria.
Pembukaan PORJAR 2019 telah menanti, siap atau tidaknya atlet Trisma berlaga kemudian dijawab oleh Ni Kadek Mira Cahyani (16). “Kalau aku sendiri, persiapannya masih 75%, karena kebetulan aku tanding di hari terakhir, jadi masih ada waktu untuk nyiapin jadi lebih matang,” ungkap Mira salah satu perwakilan dari cabang olahraga atletik. Meski ini kali pertamanya ikut berlaga dalam lapangan hijau, gadis berperawakan mungil itu tetap berharap agar dapat menyabet gelar juara nantinya. (dyt)

