Seleksi tahap demi tahap telah dilewatkan. Harapan terbit, harapan untuk menuju era yang baru. Pemimpin baru mereka muncul, siap mengemban tugas menuju pembaruan.
Selepas pelantikan, tanggal 5 September yang lalu, kini setiap ekstrakurikuler di Trisma memiliki wajah baru dengan diangkatnya pengurus yang baru. Pada awal kepengurusan, tak jarang kita dapat melihat orang-orang sibuk lalu lalang di sekitar kelas. Karena, di awal masa bakti setiap ekstrakurikuler harus menentukan program kerja masing-masing hasil musyawarah atau rapat intern dari setiap ekstrakurikuler di Trisma. Tak terkecuali ekstra Madyapadma.
Ekstra yang khas dengan warna merah ini juga sedang dalam proses pembuatan program kerja. Setelah melaksanakan tiga kali rapat intern, Madyapadma kini rencananya mengusung program-program baru, khusunya pelatihan anggota ekstrakurikuler. ”Kalau pelatihan, rencananya akan ada pelatihan penyiaran dan feature di desk radio, pelatihan presenter, pelatihan reporter dan editor pada redaksi, pelatihan menulis karya tulis, pelatihan inkubator wirausahawan, dan pelatihan blog”, ujar Yana Priyatna bersemangat. Pencetusan pelatihan-pelatihan seperti itu bertujuan untuk mematangkan kemampuan anggota di setiap bidang. Sehingga, setiap anggota Madyapadma sudah siap tempur jika diadu dalam ajang kompetisi.
Tidak hanya pelatihan anggota ekstrakurikuler, di bidang redaksi juga terdapat program rintisan, “Kalau di bidangku ada program baru, rencananya akan ada lomba esai di acara Presslist 7 mendatang, itu kita coba soalnya kan sekarang ini banyak universitas atau lembaga yang lainnya menyelenggarakan lomba semacam itu, jadi kenapa kita ngga coba juga”, tutur Intan Apsari dengan sumringah.
Hal senada juga disampaikan oleh Anom Satria. Namun, laki-laki yang menjabat sebagai Pemimpin Perusahaan ini mengeluhkan soal dana yang harus didapatkan guna mendanai program-program kerja ekstra, “Jujur masih terasa agak bingung ya mau nyari uangnya dari mana, nyarinyatumaunya dari bayar uang kas, jual barang bekas, sponsor,dari iklan-iklanjuga, maunya dari penjualan baju juga”, kata siswa bertubuh tambun itu.
Walaupun dihadapi oleh permasalahan dana, namun semangat untuk mencetak perubahan tak surut. “Untuk kabinet tahun ini harapannya ya pasti agar dapat menopang Madyapadma serta agar dapat menjadi Indonesia yg sesungguhnya”, tambah Yana dengan penuh harap. (gd)

