We have 63 guests and no members online
- GANI ARISTA
- Laporan Khusus
Properti PRESSLIST Lebih Variatif, Tim Perlengkapan Genjot Persiapan
Menjelang puncak perhelatan Presslist, ajang bergengsi tahunan sebagai wadah apresiasi bagi para sineas dan jurnalis muda di bawah naungan Madyapadma, geliat persiapan tampak semakin intensif. Hingga Jumat, 03 Juli 2026, tim dekorasi dan perlengkapan melaporkan adanya lonjakan beban kerja yang signifikan. Variasi desain furnitur yang lebih kompleks dan jumlah properti yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan dalam waktu singkat.
Ida Bagus Laksemana Semaya Manuaba, salah satu anggota inti tim perlengkapan, mengungkapkan bahwa persiapan kali ini menuntut energi ekstra. Menurutnya, kompleksitas pengerjaan properti, terutama lemari pameran, menjadi titik berat yang paling terasa dalam proses produksi. "Proses membuat lemari ini cukup menantang karena barang-barang yang dibuat lebih bervariasi dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan pameran sebelumnya, jadi persiapannya jauh dari sebelumnya," ujar Semaya saat ditemui di sela-sela pengerjaan properti. Ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi kendala teknis di lapangan. Divisi perlengkapan sendiri hanya beranggotakan empat orang. Meski demikian, Semaya menjelaskan bahwa tim tetap mampu menjaga ritme kerja yang efisien dengan mengoptimalkan bantuan tenaga dari divisi lain yang sedang tidak memiliki beban tugas (free). Sistem kolaborasi ini menjadi kunci agar target produksi tetap dapat tercapai di tengah padatnya jadwal persiapan.
Di sisi lain, tantangan juga datang dari divisi dekorasi yang harus beradaptasi dengan peran ganda sebagai tim perlengkapan. I Gede Ananda Pradnyana, yang memikul tanggung jawab tersebut, menuturkan bahwa dinamika di bengkel kerja sering kali menuntut ketelitian teknis yang tinggi. Menurut Ananda, tugasnya mencakup seluruh spektrum perakitan, mulai dari mengetok palu, mengebor, hingga mengoperasikan alat gerinda. "Ya berjalan seperti biasanya lah, ketok palu, ngebor, ngegrinda, nyatet keperluan tiap pameran, sampai ngerancang dekorasi yang bagus. Tapi jujur, terkadang pusing karena harus merangkap tugas," ungkap Ananda. Ananda menceritakan salah satu kendala teknis yang sempat menghambat proses perakitan, yakni insiden pemilihan jenis engsel pintu rak buku. Akibat kekeliruan dalam membaca spesifikasi, mereka sempat membeli engsel tipe full bend alih-alih tipe straight yang dibutuhkan untuk mencapai estetika desain yang diinginkan. "Arka mintanya pintu tertutup rapi dan bukaan tetap rata, tapi salah beli engsel yang full bend. Seharusnya memakai yang straight. Jadi pas ditutup memang rata, tapi pas dibuka engselnya malah agak keluar. Waktu itu saya pasang bersama Semaya," kenangnya.
Selain persoalan komponen, tim juga kerap berhadapan dengan masalah material. Ketidakakuratan pengukuran sering terjadi akibat kondisi permukaan triplek yang tidak rata, sehingga tim harus bekerja lebih cermat dalam tahap pemotongan dan perakitan agar hasil akhir tetap presisi. Meski harus berjibaku dengan berbagai kendala teknis dan tekanan waktu, tim dekorasi dan perlengkapan menyatakan komitmen penuh untuk terus melakukan percepatan pengerjaan. Seluruh anggota tim saat ini fokus memastikan setiap properti pameran siap digunakan dengan tampilan terbaik, demi mendukung suksesnya perhelatan Presslist sebagai ajang apresiasi kreativitas sineas dan jurnalis masa depan. (cpm/erl)