Bertepatan dengan rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, SMAN 3 Denpasar menggelar acara Grand Final Duta Trisma Tahun 2026 pada Jumat (27/02). Acara tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari para penonton.
Ruang Workshop SMAN 3 Denpasar kembali dipadati oleh para penonton yang hadir sebagai pendukung setia dari para finalis. Sorak semangat dan dukungan hangat dari para penonton membuat suasana ruangan tersebut memiliki makna yang berarti dan tak terlupakan oleh para finalis maupun para penonton. Kehadiran Duta Trisma bukan hanya tentang gelar dan kemenangan, tetapi juga tentang proses, kebersamaan, dan pembelajaran yang berharga. Hal tersebut disampaikan oleh Runner-Up II Duta Trisma 2025, Kadek Ardina Princessa (17).
Menurut Ardina, selama menjadi bagian dari Duta Trisma, ia mempelajari prinsip “duduk sama rata, berdiri tanpa raja”. Dengan gelarnya sebagai Runner-Up II, Ardina mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak menjadi pembeda antara dirinya dengan duta lainnya. “Kami tetap satu keluarga, yaitu Duta Trisma 2025,” ungkap Ardina. Tak hanya prinsip yang penuh arti tersebut, Ardina juga turut mempelajari bagaimana cara bekerjasama dalam lingkungan yang beragam. Meskipun sebelumnya belum pernah berkecimpung dalam bidang pageant, Ardina memutuskan untuk mencoba dan memberanikan dirinya dengan cara terjun di bidang yang belum pernah ia tekuni sebelumnya. Baginya, pengalaman baru tersebut membuat dirinya semakin percaya diri walau ia belum sepenuhnya yakin dengan kemampuannya sendiri. “Walaupun itu bukan hal yang benar-benar kita yakini, pokoknya yakin dengan diri sendiri aja sih”, jelasnya.
Selama Ardina menjadi bagian dari Duta Trisma 2025, tentu banyak momen-momen bersama maupun suka duka yang telah dilewati dan menjadi hal yang tak akan dilupakan oleh dirinya. Kebersamaan yang semakin intens membuat mereka sadar bahwa waktu bersama mereka akan segera berakhir dengan hitungan hari menuju puncak acara. Melihat terpilihnya Duta Trisma 2026, Ardina mengaku sangat bangga. Ia menilai proses pemilihan Duta Trisma tahun ini lebih sulit dan berat dibandingkan dengan pemilihan tahun lalu. “Mereka pantas untuk mendapatkan title yang memang seharusnya mereka dapatkan”, ujar Ardina pecinta warna cokelat tua.
Ardina berharap kepada Duta Trisma 2025 untuk tetap menjaga komunikasi dan persahabatan meskipun tidak lagi bekerja bersama-sama. Ardina pun turut berharap kepada Duta Trisma 2026 untuk mampu mengemban tugasnya dengan baik meskipun mereka dengan jumlah anggota yang semakin banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Aku harap mereka bisa berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik,” harap Ardina.
Sementara itu, Winner Duta Trisma 2026, I Wayan Tabah Satya Wiguna (16), juga membagikan pengalamannya selama mengikuti rangkaian pemilihan Duta Trisma 2026 hingga terpilih menjadi seorang pemenang. Tabah mengakui bahwa persaingan yang ketat antara dirinya dengan calon finalis lainnya membuat dirinya semakin tertantang untuk tetap terlihat lebih baik diantara orang lain dengan batasan yang wajar. Motivasinya untuk menjadi bagian dari Duta Trisma bermula sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ketika ia melihat langsung kinerja para Duta Trisma yang fokus membangun karakter siswa dan ikut serta mendengarkan sosialisasi dari mereka. Hal tersebut membuat Tabah tertarik dan termotivasi untuk bergabung.
Awal dari perjalanannya sebagai bagian resmi dari Duta Trisma, Tabah tentu memiliki rancangan program kerja bernama KAWAL (Kajian Alam dan Wawasan Adat Lokal). Tabah menjelaskan bahwa program kerja ini berupa infografis yang memuat isu-isu lingkungan dan budaya, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. “KAWAL ini menjadi wadah aspirasi sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dari siswa-siswinya”, jelas Tabah. Seluruh proses yang telah ia jalani tentu memiliki pembelajaran yang sangat berharga bagi dirinya. Menurut Tabah, ia menyadari bahwa jabatan hanyalah tampilan di atas panggung, sedangkan jabatan akan tidak ada gunanya jika sudah berada di dunia kerja.
Pada akhirnya, Tabah turut menyampaikan harapannya kepada teman-teman Duta Trisma 2026. Tabah berharap teman-temannya dapat menjaga kerja sama dengan baik, meskipun dengan jumlah anggota yang cukup banyak. “Kita ga cuma bersepuluh, tapi kita berdua puluh di Duta Trisma”, tegasnya. Tabah juga berharap semoga Duta Trisma kedepannya bisa lebih baik dibandingkan dengan angkatannya. Tak hanya itu, Tabah memiliki pesan khusus kepada Duta Trisma 2025 yang telah menemaninya selama proses pemilihan Duta Trisma dari awal hingga puncak acara. Tabah menyampaikan rasa terima kasih kepada Duta Trisma 2026 yang membimbing seluruh finalis dengan suasana menyenangkan dan tanpa tekanan sehingga seluruh rangkaian dapat berjalan lebih cepat dan bermakna. (kss)

