Ekstrakurikuler Pramuka SMAN 3 Denpasar akan menggelar kompetisi Pandu Trisma Cup XXXVIII pada Sabtu (21/2) sebagai ajang kreativitas dan kebersamaan Pramuka se-Bali.
Ekstrakurikuler Pramuka SMAN 3 Denpasar kembali menyelenggarakan acara tahunan, Pandu Trisma Cup (PTC) XXXVIII yang bertempat di SMAN 3 Denpasar. Kegiatan tahunan ini mempertemukan ratusan anggota Pramuka dari tingkat Penggalang hingga Penegak yang berasal dari berbagai sekolah di Bali.
Wakil Ketua Sangga Kerja sekaligus panitia sie acara, Pande Made Kayla Mahesa Garwita atau yang akrab disapa Kayla, mengatakan bahwa PTC tahun ini mengangkat tema “BERDIKARSA”, yang bermakna berani, kreatif, dan berjiwa ksatria. Berbeda dari PTC di tahun-tahun sebelumnya, panitia kali ini membawakan lomba baru berupa vlog kreatif untuk kategori Penggalang (SMP). Selain itu, kategori Penggalang mencakup lomba Pionering Meja Makan, Bivak, dan Senam Pramuka Jilid 1. Sementara itu, kategori Penegak (SMA) menampilkan lomba Pionering Menara Pandang, LKBB, Senam Pramuka Jilid 1, serta Hasta Karya.
Di balik persiapan acara, rintangan terbesar yang dihadapi panitia adalah pengaturan waktu di tengah tumpukan tugas sekolah dan tanggung jawab kepanitiaan. Sebagian besar panitia merupakan siswa-siswi kelas X dan XI yang tetap harus memenuhi kewajiban akademik. Salah satu panitia yang bertugas di bidang humas, Gusti Ayu Setianadi atau Tia, mengaku hal yang serupa. “Kami harus pintar mengatur waktu dan menjaga kerja sama tim agar semuanya tetap seimbang,” ujar Tia.
Di sisi lain, salah satu panitia sie dokumentasi, Kadek Ayu Ratna Dewi atau Ratna, menjelaskan bahwa timnya telah menyiapkan berbagai kebutuhan visual. Mulai dari desain banner, nametag, hingga spanduk untuk technical meeting dan puncak pelaksanaan.
Selain menghadirkan kompetisi seru, panitia berharap acara ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. "Saya harap peserta merasa PTC ini layak diikuti dan jadi pengalaman yang berkesan," ungkap Kayla, si gadis dengan sapaan hangat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, PTC ke-XXXVIII bukan sekadar lomba tahunan, melainkan wadah untuk melatih keberanian dan kreativitas anak Pramuka. Saat puncak pelaksanaan tiba, yang diperebutkan bukan hanya piala, tetapi juga keberanian untuk tampil, kreativitas dalam bersaing, serta solidaritas untuk saling menguatkan. Melalui Pandu Trisma Cup XXXVIII ini, Pramuka SMAN 3 Denpasar ingin menciptakan ruang belajar, berkompetisi, dan membangun jiwa ksatria bagi Pramuka se-Bali. (gan/iok/cha)

