Rabu (11/2), ekstrakurikuler PMR&KSPAN TRISMA mematangkan persiapan Eksibisi Praja Trisma (EPT) XI yang akan digelar pada Sabtu (14/2) di SMAN 3 Denpasar, menghadirkan lomba PMR Madya se-Bali bertema kepedulian dan sportivitas.
Riuh semangat, rapat sepulang sekolah, hingga deretan proposal dan undangan yang terus disusun rapi menjadi saksi keseriusan ekstrakurikuler PMR&KSPAN TRISMA dalam mempersiapkan Eksibisi Praja Trisma (EPT) XI yang akan digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026 di SMA Negeri 3 Denpasar.
Mengusung tema “Uniting Hearts, Competing with Spirit, Care Everyone”, EPT XI, kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah pengembangan diri bagi PMR tingkat SMP se-Bali. Ketua panitia, Ni Putu Gita Gayatri Mahendrayani atau yang akrab disapa Gita menjelaskan bahwa EPT tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk menyatukan semangat kepedulian dan sportivitas generasi muda. “Rangkaian kegiatan utama dalam acara ini adalah berbagai lomba PMR tingkat SMP se-Bali yang dirancang untuk mengasah keterampilan kepalangmerahan, kerja sama tim, serta kreativitas peserta,” ungkapnya. Lomba utama yang akan dipertandingkan meliputi Pertolongan Pertama, Fasilitator, dan Cerdas Cermat, serta lomba eksibisi seperti Tandu Darurat dan Poster Kreasi. Target peserta merupakan anggota PMR tingkat SMP se-Bali, dengan perwakilan dari lima kabupaten/kota pada setiap sub lomba.
Dibalik persiapan besar ini, tantangan tetap ada. Gita mengungkapkan bahwa pengaturan waktu menjadi kendala utama karena seluruh panitia masih aktif mengikuti kegiatan sekolah. Namun, pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang maksimal menjadi solusi agar persiapan tetap berjalan lancar.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, semangat panitia justru melahirkan ide-ide kreatif untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam gelaran tahun ini.
Salah satu gebrakan yang membuat EPT XI berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah kelahiran maskot resmi EPT XI dan transformasi digital. "Kami menciptakan maskot resmi EPT, yaitu kupu-kupu. Selain itu, acara kami juga mulai menerapkan konsep digitalisasi di berbagai lini," tambah Gita dengan antusias.
Cerita menarik datang dari balik meja kesekretariatan. Kadek Dinda Kirana Nawaratri Pande, atau yang akrab disapa Dinda, dipercaya mengemban amanah ganda sebagai Sekretaris I PMR Trisma sekaligus Sekretaris Umum EPT XI. Dinda mengaku tugasnya tahun ini sangat berat. "Tugas sekre lumayan banyak banget. Mulai dari proposal kegiatan, sponsor, undangan kepala sekolah, hingga mendata peserta," jelasnya.
Gelombang digitalisasi yang disebut sang ketua juga dirasakan langsung oleh Dinda. "Ini tahun yang beda banget. Dulu semuanya masih pakai kertas, sekarang kita benar-benar masuk era digital," tuturnya. Meski begitu, tantangan klasik tetap menghadang, terutama urusan birokrasi sekolah. "Kendala di kesekretariatan lumayan banyak, apalagi bagian izin ke tata usaha sekolah dan format surat. Tapi untungnya, semua kami komunikasikan dengan baik agar tetap lancar," ujar Dinda.
Di tengah gebyaran persiapan yang dilakukan sepulang sekolah, di sela tumpukan proposal dan surat izin yang harus dikoordinasikan, para panitia EPT XI membuktikan bahwa semangat kepalangmerahan tidak pernah padam. Transformasi digital yang diusung, kehadiran maskot kupu-kupu sebagai identitas baru, serta kolaborasi 131 panitia menjadi fondasi kuat untuk menciptakan ajang yang tak hanya kompetitif, tetapi juga humanis.
Dengan tema "Uniting Hearts, Competing with Spirit, Care Everyone", Eksibisi Praja Trisma XI tidak sekadar menjadi ajang lomba. Ia adalah ruang tumbuh, ruang peduli, dan ruang bagi generasi muda untuk belajar bahwa kemenangan sejati adalah ketika kita mampu bergandeng tangan, saling tolong, dan melangkah maju bersama. SMAN 3 Denpasar siap menyambut Sabtu nanti bukan hanya untuk berlomba, tetapi untuk uniting hearts, competing with spirit and care everyone yakni menyatukan hati, bertanding dengan semangat dan peduli dengan semua orang. (iok/cha)

