Oleh : Ni Komang Ayu Ananda Sri Savitri
Di era globalisasi ini, teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang pesat. Manusia akan terus menciptakan teknologi yang semakin canggih seiring berjalannya waktu. Tentu hal tersebut akan menguntungkan masyarakat terutama bagi para siswa. Mereka akan dimudahkan dalam mencari informasi melalui berbagai macam teknologi yang ada. Salah satu teknologi yang telah diciptakan dan berkembang pesat saat ini yaitu teknologi dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). AI sendiri merupakan sebuah teknologi yang dirancang untuk membuat sistem komputer mampu meniru kemampuan intelektual manusia. Teknologi AI juga memiliki potensi besar untuk memajukan bidang-bidang tertentu, seperti bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan reformasi birokrasi.
Dalam dunia pendidikan, AI memiliki beberapa peran. Pertama, sebagai pembelajaran adaptif. AI digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa. Sistem ini menggunakan analisis data untuk menyesuaikan kurikulum, tingkat kesulitan, dan gaya belajar dengan kemampuan belajar setiap siswa. Kedua, sebagai sistem analisis prediktif. AI digunakan untuk menganalisis data pembelajaran siswa dan memprediksi pola perilaku belajar mereka. Hal ini memungkinkan guru untuk lebih efektif mengidentifikasi bidang-bidang yang memerlukan perhatian lebih dan menyesuaikan strategi pengajaran dengan kebutuhan siswa.
Terdapat salah satu AI yang sudah dikembangkan dan digunakan oleh banyak siswa saat ini yaitu ChatGPT. ChatGPT sendiri merupakan sebuah chatbot yang dikembangkan oleh OpenAI. Bukan sembarang chatbot, AI ini memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan memberi balasan yang natural dan mirip seperti manusia. Hal tersebutlah yang menyebabkan AI ini sangat diminati oleh para siswa. ChatGPT sering digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang kurang dipahami oleh siswa. Jawabannya pun mudah dimengerti oleh anak-anak hingga orang tua. Adapun beberapa manfaat yang dimiliki oleh AI ini, seperti menghemat waktu siswa. Saat menggunakan teknologi yang lain, tentu para siswa akan membutuhkan waktu untuk menemukan sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Melalui chatbot ini, kita akan diberi jawaban dalam waktu singkat yang langsung berkaitan dengan inti topik.
Selain itu, terdapat AI yang memiliki fungsi sama seperti ChatGPT, diantaranya Question AI, Google AI Platform, Perplexity, Caktus AI, Chat Sonic, dan lain-lain. AI memiliki dampak positif bagi para siswa. Pertama, sebagai pembantu pribadi siswa. Chatbot yang berbasis AI ini dapat membantu dalam menjawab pertanyaan yang diberikan siswa, memberikan panduan studi, atau memberikan saran terkait tugas-tugas akademis. Kedua, untuk meningkatkan kolaborasi dan keterlibatan siswa. Dengan menggunakan alat-alat kolaborasi yang didukung oleh AI, siswa dapat berkolaborasi dalam proyek-proyek, berbagi ide, dan belajar secara bersama dengan siswa lain. Ketiga, sebagai Pengembang Keterampilan Digital. Siswa tentu memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknologi dan digital melalui penggunaan AI dalam pendidikan. Mereka dapat belajar mengenai analisis data, pemrograman, atau pengembangan aplikasi berbasis AI. Penerapan AI dalam pendidikan memberikan peluang besar bagi siswa untuk mendapatkan manfaat dari teknologi canggih ini, mempersiapkan mereka untuk masa depan yang semakin terhubung dan kompetitif secara teknologi.
Tak hanya memiliki dampak positif, AI juga memiliki dampak negatif bagi siswa. Banyak siswa menjadi ketergantungan pada teknologi dan kehilangan keterampilan penting seperti konsentrasi, pemecahan masalah manual, dan kemampuan berpikir kritis. Mereka akan selalu bergantung pada bantuan AI daripada mengembangkan kemampuan mereka sendiri. Dampak selanjutnya yaitu menyebabkan kurangnya keterlibatan siswa. Penggunaan AI dalam pembelajaran, terutama jika digunakan dengan berlebihan, akan mengurangi interaksi langsung antara guru dan siswa ataupun antar sesama siswa. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk belajar melalui interaksi sosial dan diskusi kelompok. Selain itu penggunaan AI dalam pendidikan akan membawa resiko terkait privasi dan keamanan data siswa. Informasi pribadi siswa yang disimpan dalam sistem AI akan rentan terjadi pelanggaran data atau penggunaan yang tidak sah.
Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi dampak negatif AI di era globalisasi? Sebagai siswa harus dibiasakan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Kita perlu memahami bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak. Kita juga perlu memahami manfaat dan risiko teknologi AI, termasuk cara menggunakannya secara bertanggung jawab dan batasan penggunaannya. Kedua, mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Kita perlu mengembangkan tidak hanya pada keterampilan teknologi, tetapi juga keterampilan interpersonal, pemikiran kritis, keterampilan kepemimpinan dan kemampuan bekerja dalam tim. Ketiga, menghindari ketergantungan pada AI. Walaupun dengan adanya teknologi AI sangat memudahkan kita sebagai siswa dalam melakukan sesuatu, namun kita juga perlu membiasakan diri melakukan hal-hal yang masih bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan AI.

