Oleh : Ni Made Naina Maitria Wicaya
Bulan Desember adalah bulan ke-12 dalam kalender Gregorian yang terletak antara bulan November dan Januari. Bulan ini identik dengan liburan panjang, perayaan Natal, dan pergantian tahun baru. Bulan Desember merupakan bulan yang sangat dinanti-nanti oleh seluruh orang di belahan dunia, karena Bulan ini merupakan bulan terakhir yang menandakan pergantian tahun. Bulan dimana kita akan mengucapkan selamat tinggal kepada tahun 2023 dan berkenalan dengan tahun 2024, memulai lembaran baru dengan suasana yang baru.
Namun sayangnya, suasana bulan meriah ini sangat tidak didukung oleh keadaan cuaca saat ini. Cuaca merupakan keadaan udara di atmosfer pada waktu dan tempat tertentu, cuaca juga dapat diartikan sebagai keadaan udara pada suatu tempat tertentu dengan jangkauan waktu terbatas. Mungkin kalian merasa cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Terkadang panas sekali, tetapi mungkin bisa juga terus-menerus hujan dari pagi hingga petang. Di Indonesia, khususnya di Bali, cuaca benar-benar seperti zodiak Scorpio, tidak bisa ditebak dan selalu berubah-ubah. Kadang hujan deras bak air terjun dari langit, kadang panas kemarau sang mentari seakan melelehkan seluruh isi bumi.
Sebagian orang menganggap cuaca akhir-akhir ini sangatlah moody, semaunya sendiri dan tak dapat ditebak. Cuaca hari ini bisa saja panas terik yang begitu menyengat lalu tiba-tiba berganti menjadi hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini tentunya menyebabkan beberapa masalah, seperti menurunnya kualitas air. Curah hujan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan menurunnya kualitas sumber air. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang, apa penyebab cuaca tidak menentu ini?
Secara umum, perubahan cuaca tidak menentu artinya wilayah Indonesia sedang dalam masa peralihan musim atau biasa lebih dikenal dengan sebutan pancaroba. Lebih jelasnya, pancaroba adalah suatu masa peralihan di mana satu musim akan berganti ke musim lainnya. Misalnya, masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, dan juga sebaliknya. Di Indonesia, musim kemarau umumnya berlangsung pada bulan Juni sampai Agustus, sementara musim hujan pada Desember hingga Februari.
Selain itu, terdapat sebuah studi baru dari Universitas Stanford yang menunjukkan bahwa kenaikan suhu dapat meningkatkan ketidakpastian cuaca di garis lintang tengah bumi. Kenaikan suhu di atmosfer, laut, dan daratan di bumi merupakan penyebab dari pemanasan global (global warming). Selama kurang lebih seratus tahun terakhir, suhu rata-rata di permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C. Perubahan pola cuaca yang meluas dan peningkatan frekuensi serta tingkat keparahan kejadian cuaca ekstrem merupakan dampak perubahan iklim global yang terdokumentasi dengan baik.
Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi yang terjadi adalah akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca, seperti karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Emisi ini terutama dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batubara) serta akibat penggundulan dan pembakaran hutan. Aktivitas manusia yang terlihat biasa dan sudah menjadi kebiasaan seperti sering berbelanja, menggunakan pendingin ruangan, berkendara, menggunakan tisu, dan menyalakan listrik setiap hari, ternyata adalah penyebab pemanasan global.
Lantas, apa ada hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi situasi ini? Tentu saja ada. Pertama, fokus pada penyebab situasi yaitu kenaikan suhu yang menjadi penyebab pemanasan global. Hal yang setidaknya bisa kita lakukan untuk meminimalisir dampak pemanasan global adalah penghijauan/penanaman pohon, menggunakan energi yang bersumber dari energi alternatif, dan melakukan daur ulang. Selain itu, menjaga kesehatan juga penting untuk diutamakan seperti istirahat dan minum air putih yang cukup, menjaga suhu ruangan, mengkonsumsi vitamin C untuk memperkuat daya tahan tubuh, dan sering mencuci tangan untuk mencegah kuman dan virus ikut masuk ke dalam tubuh.
Meski kondisi cuaca tidak menentu ini sering menghambat aktivitas kita, ingatlah bahwa situasi ini juga disebabkan oleh campur tangan manusia. Marilah kita terus berupaya untuk memperbaiki situasi ini, sekalipun dengan langkah kecil. Tak lupa juga untuk menikmati bulan Desember yang penuh makna ini.

