Oleh : Ni Made Naina Maitria Wicaya
Masa - masa SMA menjadi masa di mana siswa dapat mencoba hal baru dan menantang diri sejauh mana memiliki kemampuan. Berbagai kompetisi ditawarkan, namun kompetisi yang paling banyak diikuti adalah kompetisi penelitian yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi dengan jenjang yang berbeda - beda. Tujuannya adalah untuk mencari yang terbaik di antara yang terbaik. Tentunya platform kompetisi yang disediakan di berbagai organisasi menjadi pilihan yang tepat untuk diikuti. Jika suatu perlombaan merupakan lomba esai, karya ilmiah, business case, atau business pitching, maka akan memungkinkan adanya presentasi atas ide yang dikemukakan dan bagi para peserta kesempatan tersebut sangat bagus untuk dimanfaatkan sebagai aktualisasi kemampuan public speaking yang dimiliki.
Kompetisi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, sistematis, kreatif, dan inovatif dalam memecahkan masalah dan memberikan solusi atau gagasan atas topik yang diangkat. Bagi para siswa yang baru mengikuti kompetisi tentunya akan sedikit kesulitan dalam merangkai kerangka berpikir yang baik sehingga diperlukannya mentor untuk membantu dalam hal tersebut dan memberikan masukan atas hasil berpikir untuk kompetisi tersebut.
Kompetisi dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan potensi diri. Selain itu, kompetisi juga dapat membuka peluang baru, meningkatkan relasi, serta memberikan kepuasan dan apresiasi atas diri sendiri. Hadiah yang didapat di beberapa lomba pun bisa dijadikan sebagai sertifikat penunjang SNBP, dengan kata lain golden tiket untuk masuk ke universitas impian yang tentunya diincar oleh siswa - siswi SMA saat ini. Tak heran lomba penelitian menjadi lomba favorit yang diincar siswa-siswi SMA saat ini.
Di tengah kesibukan sekolah yang tak ada habisnya, tak membungkam gejolak antusiasme di dada kelompok peneliti Trisma. Bermodalkan nekat meski begitu banyaknya pertimbangan. Ujian akhir semester yang akan datang, proses masih nol dan keterbatasan waktu. Tentu, perjuangan mereka tidak semudah membalikkan tangan. Minim pengalaman, waktu tidur yang terkorban, bentrok waktu antara persiapan lomba, kerja kelompok, dan juga banyaknya mata pelajaran yang terlewat. Berkali - kali menghancurkan kepercayaan diri mereka dan mendorong mereka untuk menyerah, namun dengan rangkulan para senior dan pembina di Madyapadma Journalistic Park, mereka memutuskan untuk tetap ikut serta dalam perlombaan tersebut.
SMA Negeri 3 Denpasar atau akrab disebut Trisma tidak akan pernah sepi, bahkan di hari Sabtu - Minggu, notabene hari libur. Suara langkah kaki manusia pasti akan tetap terdengar di alam Trisma salah satunya adalah peneliti Trisma. Pembina dan para siswa yang merupakan peneliti, setiap hari hadir melakukan pengembangan penelitian. Pulang malam adalah hal yang normal bagi para peneliti Trisma, paling tidak lama waktu yang dihabiskan di sekolah adalah 13 jam. Hal ini kembali menimbulkan kontroversi antara peneliti dengan orang tua. Tentunya orang tua khawatir sebagaimana jika anak mereka terus pulang malam akan mengganggu kesehatan fisik dan mental mereka. Karena pulang malam akan berimbas pada lama waktu tidur sang anak. Tidur adalah suatu keadaan alami di mana tubuh dan otak manusia istirahat untuk memulihkan energi. Seperti halnya mesin yang beroperasi terus menerus dalam waktu lama dan perlu dimatikan untuk mencegah panas berlebih yang dapat menyebabkan kebakaran, tubuh kita juga membutuhkan istirahat total setelah bekerja keras di siang atau malam hari. Jika tidak memiliki waktu tidur cukup, dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan berisiko terkena masalah kesehatan jangka panjang seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan mood.
Meski begitu, di dunia ini tidak ada ilmu yang didapat secara instan. Semua hal pasti membutuhkan sebuah proses. Yang perlu direnungkan sekarang bahwa, hal yang dialami oleh para peneliti adalah sebuah proses untuk membentuk mereka dan mengaktualisasikan diri mereka untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan di masa depan.

