(Oleh : Kanaka)
Hingga kini dunia masih dikejutkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang bernama corona atau dikenal dengan istilah covid-19 (Corona Virus diseases-19). Sudah hampir dua tahun mobilitas masyarakat sangat dibatasi akibat pandemi ini. Ratusan ribu manusia terpapar virus ini di seluruh dunia, bahkan puluhan ribu menjadi korban meninggal. Tercatat negara-negara yang memiliki kasus tinggi terpapar covid-19 saat ini adalah Italia, Tiongkok, Spanyol, Amerika Serikat, dan Iran dengan tingkat kematian mencapai ribuan orang. Penularan yang sangat cepat dan sulitnya mendeteksi orang yang terpapar karena masa inkubasi covid-19 kurang lebih dua minggu menjadi penyebab banyaknya korban berjatuhan.
Hingga saat ini penyebaran virus corona masih saja menjadi masalah bagi negara negara di seluruh dunia. Masalah virus corona yang merupakan penyebab dari munculnya penyakit covid 19 ini sudah membebani dunia sejak beberapa bulan lalu. Covid 19 ini diketahui pertama kali muncul di Wuhan, China pada awal tahun 2020. Virus ini menyerang seluruh masyarakat di kota itu dan menyebar ke seluruh dunia. Begitu banyak masalah yang dimunculkan oleh adanya pandemi covid 19 ini. Masa pandemi covid 19 menjadi tantangan besar bagi seluruh negara negara yang ada di dunia. Ini menjadi cobaan berat yang harus diselesaikan dan dicari solusinya oleh pemerintah di seluruh dunia.
Penyebaran virus corona ini memberi dampak yang begitu besar dalam berbagai bidang kehidupan di seluruh dunia. Covid 19 ini tidak hanya menyerang kesehatan saja. Tetapi menyerang dan mempengaruhi bidang lain juga. Adanya pandemi covid 19 ini berpengaruh besar pada perekonomian di seluruh penjuru dunia. Segala jenis kegiatan terganggu akibat virus ini. Kegiatan perekonomian seluruh dunia terganggu bahkan terhambat karena dihalangi oleh adanya pandemi covid 19 ini. Seluruh dunia mengalami krisis ekonomi saat ini karena gangguan yang disebabkan virus corona.
Tak hanya itu, pendidikan juga menjadi korban dari munculnya dan menyebarnya virus corona ini. Penutupan sementara seluruh institusi pendidikan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19 di seluruh dunia berdampak pada jutaan pelajar, termasuk di Indonesia. Gangguan proses belajar mengajar secara langsung antara guru dan siswa serta penghentian asesmen pembelajaran berdampak pada psikologis siswa sehingga menyebabkan penurunan kualitas keterampilan. Beban ini menjadi tanggung jawab seluruh elemen pendidikan khususnya pemerintah dalam memfasilitasi keberlangsungan sekolah bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh.
Segala cara diupayakan untuk meredakan dan menghentikan penyebaran virus corona ini. Penularan lewat kontak antar manusia yang sulit diprediksi karena kegiatan sosial yang tidak bisa dihindari merupakan penyebab terbesar menyebarnya covid-19 ini. Obat penawar yang belum bisa ditemukan dan membludaknya jumlah pasien terpapar covid-19 menjadi penyebab kematian yang paling tinggi. Rumah sakit dan paramedis yang menagani merasa kewalahan sehingga banyak pasien yang tidak tertangani dengan baik.
Semua pihak mengharapkan pandemi covid akan segera mereda dan segera berakhir. Begitu banyak upaya yang dilakukan untuk mewujudkan harapan tersebut dengan segera. Berbagai kebijakan dimunculkan demi memutus rantai penyebaran virus corona dan penyakit covid 19 ini. Agar semua masalah yang dimunculkan oleh virus ini segera terselesaikan. Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid- 19. Social distancing menjadi pilihan berat bagi setiat negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran covid-19, karena kebijakan ini berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan. Pembatasan interaksi sosial masyarakat dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, namun tidak ada pilihan lain, karena cara ini adalah yang paling efektif.
Dengan memunculkan dan menerapkan kebijakan tersebut pemerintah mengharapkan pandemi covid 19 akan segera mereda dan berakhir. Namun demikian, nyatanya hingga kini masalah ini masih belum mereda ataupun terselesaikan. Meskipun sudah cukup mereda, angka kematian hhang diakibatkan oleh virus ini masih terus bertambah. Pandemi ini terus memakan korban di berbagai bidang, mulai dari direnggutnya ribuan nyawa, hingga hancurnya perekonomian dan kesejahteraan rakyat di seluruh dunia.
Dampak yang begitu besar dan rumit sangat dirasakan masyarakat di segala bidang. Oleh karena itu semua pihak sangat berusaha untuk menyelesaikan ini dengan segera. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah mencari obat dan vaksin untuk mencegah penularan virus corona ini. Vaksin untuk virus corona belum ditemukan dan terdapat banyak uji coba obat serta kontroversi mengenainya.
Menyelamatkan ekonomi, pendidikan dan mengatasi krisis kesehatan tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Ini adalah kenyataan yang suram karena penurunan ekonomi menyebabkan pengangguran dan mengurangi kesejahteraan rakyat. Orang miskin akan selalu menjadi yang paling dirugikan.
Akan tetapi, selalu ada cahaya di ujung terowongan, dan kita masih bisa berharap mencapai sesuatu yang positif di akhir pandemi. Beberapa orang memandang ini sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki keadaan, mulai dari memperbaiki sistem makanan hingga dorongan untuk merancang bangunan yang lebih sehat.
Pasti selalu ada hal atau sisi positif yang akan kiat dapatkan dalam berbagai situasi. Dengan adanya pandemi ini membuat beberapa perbaikan mengenai gaya hidup masyarakat di seluruh dunia. Setelah pandemi berakhir manusia akan lebih memperhatikan kebersihan dan dituntut untuk selalu menjaga kesehatan. Perhatian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan akan lebih besar dan semakin meningkat. Gaya hidup dan kebiasaan semua orang akan lebih sehat dan bersih.
Dengan masih adanya kasus positif dan angka kematian yang masih terus bertambah, bukan berarti pandemi ini tak akan berakhir. Meskipun masalah virus corona belum sepenuhnya terselesaikan, namun pandemi sudah bisa dikatakan mulai mereda walaupun belum benar benar mereda. Harapan untuk kembali bisa menjalani hidup dengan normal seperti biasa masih ada.
Kita harus selalu mendukung pemerintah dalam menyelesaikan pandemi covid 19 ini. Banyak hal hal simpel yang bisa kita lakukan untuk itu. sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir dianggap sebagai langkah pencegahan yang penting. Jika bepergian, bawalah hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen untuk membersihkan tangan Anda. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik. Cuci tangan pakai sabun saat tiba di rumah, tempat kerja, atau sekolah, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet. Gunakan masker jika sedang batuk, dan tutup mulut Anda saat batuk atau bersin. Jika Anda tengah tak menggunakan masker, tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat saat batuk atau bersin. Hindari atau jangan sering menyentuh wajah. Mengapa? Alasannya, mulut, hidung mata dapat menjadi pintu masuk virus. Oleh karena itu, memastikan tangan Anda bersih dengan sering mencuci tangan penting untuk mencegah penularan virus ini. Jika Anda secara tak sadar menyentuh wajah, pastikan tangan Anda bersih. Physical distancing atau menjaga jarak fisik. Ketika berada di sebuah tempat, jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Jaga juga jarak dengan orang yang sakit. Terkait dengan imbauan jaga jarak ini, masyarakat diminta tidak menghadiri acara atau pertemuan yang dihadiri oleh orang dalam jumlah besar. Bahkan, saat ini telah dilarang berkerumun dan mengadakan acara yang dihadiri oleh banyak orang. Jangan ke luar rumah jika tak ada kepentingan mendesak, seperti membeli bahan pangan dan obat-obatan.
Bukan tak ada harapan untuk meredakan virus corona ini. Sebagai masyarakat kita harus membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kita harus bersabar dan ambil sisi positif dari adanya pandemi ini.

