(Oleh: Kanaka Sarahswati)
Tak bisa dipungkiri lagi bahwa kebanyakan siswa belajar dengan SKS. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi banyak siswa. SKS ini sendiri merupakan singkatan dari “Sistem kebut semalam”. Sistem kebut semalam adalah cara belajar siswa dengan cara mengejar materi hanya dalam semalam. Biasanya SKS dilakukan di masa-masa ujian di mana siswa belajar mati-matian semalam sebelum hari ujian.
Beberapa siswa berpikiran bahwa belajar dengan SKS akan lebih efektif saat ujian. Mereka beranggapan belajar jauh-jauh hari akan percuma karena ujung-ujungnya akan lupa dengan materi. Namun pemikiran seperti itu sangatlah salah. Karena SKS malah jauh lebih buruk daripada belajar dengan mencicil materi.
Mungkin menurut para siswa belajar dengan kebut semalam ini efektif atau bahkan berpikiran ini cara belajar terbaik untuk ujian. Namun, nyatanya banyak ahli yang menyebutkan SKS memiliki banyak dampak buruk dan berdampak jangka panjang. Belajar dengan SKS membuatmu harus “memaksa” otakmu untuk bisa menyerap seluruh materi semalam suntuk dan begadang demi menuntaskan semua.
Dikurasi dari Vice, banyak ahli yang menyebutkan bahwa sistem SKS sama sekali tidak efektif. Menurut Emily Papazoglou, seorang pakar neuropsikologi dari Atlanta, Amerika Serikat, banyak efek buruk yang muncul karena tidak tidur atau begadang akibat SKS. “Banyak orang begitu percaya diri dengan kemampuan mereka melakukan sesuatu tanpa tidur. Dari sudut pandang kognitif sangat banyak efek buruk yang bisa muncul."
Emily juga mengatakan kurang tidur bisa menimbulkan dampak negatif untuk kemampuan orang memberi perhatian, seberapa cepat reaksi kita, dan seberapa baik kita bisa memproses informasi. Selain itu, menurut banyak ahli saraf, tidur malah bisa membantu orang mempertahankan dan memanfaatkan informasi dengan baik.
Begadang juga dapat menyebabkan insomnia, yaitu gangguan jadwal tidur. Hal ini juga akan mengganggu cara berpikir dan membuat memori makin pendek serta dapat menimbulkan rasa cemas atau kurang tenang. SKS juga biasanya memang memberi short memory, yaitu ingatan singkat. Jadi kita hanya akan mengingat materi yang kita pelajari dalam waktu singkat saja.
Selain itu, SKS akan memaksa otak kita untuk bekerja lebih keras sehingga membuat otak menekan kerjanya. Semakin otak diberi materi yang begitu banyak otak akan panik dan hal itu dapat mengganggu fungsi otak dan membuat otak kelelahan. Parahnya lagi, hal ini dapat menimbulkan gangguan memori jika sering dilakukan dalam jangka panjang serta membuat otak tidak responsif terhadap rangsangan-rangsangan dari luar.
Tentunya ini sangat buruk bagi tubuh dan pikiran kita. Jika dibiarkan, SKS akan menjadi kebiasaan bagi siswa. Oleh karena itu sebaiknya cara ini diperbaiki sejak dini. Orang yang sudah kebiasaan melakukan sesuatu dengan cara ini akan lebih merasa malas dan akan cenderung menunda-nunda pekerjaannya. Maka dari itu, SKS juga berpengaruh pada kebiasaan diri.
Jadi, pada dasarnya SKS ini biasanya hanya ampuh pada ujian yang sifatnya hafalan. Namun, tergantung berapa banyak materinya juga. Karena tidak mungkin materi satu buku penuh dapat dipahami dalam semalam. Untuk ujian yang sifatnya hitungan dan analisa, SKS tidak menjamin performa yang baik saat ujian.
Belajar dengan SKS ini dapat dikategorikan sebagai kebiasaan buruk. Mungkin memang ada sensasi dan kelebihan tersendiri yang dirasakan ketika melakukan sistem ini. Tapi ada baiknya dikurangi. Kalau bisa dikerjakan dan dicicil dari jauh-jauh hari, kenapa harus ditunda-tunda?

