Oleh : Puspaningayu
Setelah mengalami banyak pro kontra dalam pelaksanaan vaksin Covid-19 gelombang pertama, akhirnya vaksin Covid-19 gelombang kedua akan segera dilaksanakan. Berdasarkan hasil keputusan Kementerian Kesehatan, vaksin Covid-19 gelombang kedua diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari ini. Menurut Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan sasaran vaksinasi tahap kedua sebanyak lebih dari 38 juta orang. Rinciannya terdiri dari sekitar 21,5 juta di antaranya warga lanjut usia dan 16,9 adalah orang-orang yang bekerja di bidang pelayanan publik.
Melihat besarnya target vaksinasi tahap kedua ini, maka pemerintah melakukan vaksinasi secara bertahap, dimulai dari tujuh provinsi di Indonesia. Diantaranya Jawa dan Bali yang juga merupakan zona merah dengan jumlah pasien dan tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia. Vaksinasi tahap dua ini dilakukan dengan empat metode. Pertama, vaksinasi Covid-19 dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah dan swasta. Kedua, vaksinasi dilakukan melalui institusi yang bersangkutan. Ketiga, vaksinasi massal. Serta yang terakhir vaksinasi akan dilakukan secara bergerak untuk sasaran tertentu
Sama seperti vaksinasi tahap sebelumnya, vaksinasi kali ini dilakukan dengan dua dosis. Vaksinasi dosis kedua dilakukan 14 hari setelah pemberian vaksinasi dosis pertama. Namun tak semua jenis vaksin Covid-19 memiliki aturan yang sama. Untuk aturan ini dikhususkan pada jenis vaksin Corona Sinovac. Pemberian jeda selama 14 hari sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi dari Kementerian Kesehatan.
Penerima vaksin Covid-19 harus mematuhi jadwal yang sudah ditetapkan. Pasalnya, suntik vaksin Covid-19 Sinovac ini berkaitan dengan pembentukan antibodi dan mutasi virus corona. Pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua yang lebih lambat dikhawatirkan dapat memicu munculnya varian Covid-19 yang mengalami mutasi yang lebih resisten terhadap antibodi yang baru terbentuk. Mutasi virus sendiri adalah perubahan pada materi genetik virus yang dapat memengaruhi struktur atau cara kerja virus. Hal ini bisa terjadi saat virus sedang mereplikasi dirinya di dalam sel tubuh manusia. Beberapa studi menyatakan bahwa mutasi ini membuat SARS-CoV-2 jadi lebih mudah menular. Namun, kebenarannya belum dapat dikonfirmasi.
Walaupun kebenaran dari mutasi virus Covid-19 belum dapat dikonfirmasi. Akan tetapi, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka palaksanaan vaksinasi harus dilakukan sesuai prosedur dan jadwal. Kemudian, untuk menghindari kelalaian pelaksanaan vaksinasi agar prosedur dan jadwal dipertegas oleh tim kesehatan. Selain itu, jadikan fakta tentang mutasi virus Corona ini sebagai pengingat untuk tidak melonggarkan protokol pencegahan Covid-19. Jangan lupa tetaplah terapkan physical distancing, kenakan masker, dan cuci tangan sebelum menyentuh area wajah. Kita juga harus tetap tenang dan memilah dengan bijak informasi yang kita dapatkan.

