Oleh: Ni Wayan Kusuma Putri
Di tengah penularan Covid-19 yang makin tidak terkendali di Indonesia, sangat penting untuk memahami berbagai mutasi atau varian genom virus Corona yang kini menjadi ancaman paling mematikan di seluruh dunia. Pengetahuan yang baik atas mutasi genom ini akan membantu kita dalam mencegah penularan virus di Indonesia.
Varian mutasi yang telah telah ditemukan dan ramai dibicarakan adalah mutasi Corona D614G. Dalam laporan yang terbit di jurnal Science, para ilmuwan di University of North Carolina di Chapel Hill dan University of Wisconsin-Madison merinci mutasi virus Corona D614G. Ilmuwan sudah mengetahui adanya mutasi D614G sejak beberapa bulan lalu.
Untuk lebih memahami varian ini, peneliti menginfeksi hamster dengan virus corona SARS-CoV-2 mutasi D614G dan varian asli. Kemudian hamster itu ditempatkan di samping delapan hamster yang tidak terinfeksi. Udara bisa lewat di antara kandang, tetapi hamster tidak bisa menyentuh satu sama lain secara fisik. Eksperimen menunjukkan bahwa varian D614G tersebut tampaknya mereplikasi sekitar 10 kali lebih cepat dan lebih menular dibandingkan COVID-19 yang pada awal kali ditemukan.
Varian mutasi virus Corona ini pertama kalinya ditemukan pada akhir Februari lalu di Eropa, Amerika Serikat, hingga menyebar ke beberapa negara Asia, termasuk beberapa kota di Indonesia. Menurut Guru Besar Universitas Airlangga, Prof Chairul A Nidom, mutasi ini sudah ditemukan di Pulau Jawa sejak Maret 2020 lalu. Varian mutasi Corona ini sudah ada di beberapa wilayah di Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Mutasi D614G berlokasi di protein S, tepatnya di dalam saluran nafas manusia. Protein ini berikatan dengan reseptor Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2) atau enzim pengubah angiotensin untuk menginfeksi sel pernapasan manusia. Namun, mutasi virus ini tidak selalu berdampak negatif. Sisi positif adanya mutasi ini adalah vaksin lebih mudah masuk pada virus yang struktur proteinnya longgar tersebut sehingga virus menjadi lemah.
Mutasi virus ini berpengaruh pada makin cepatnya virus menyebar di masyarakat. Karena itu, kita perlu memperkuat langkah pencegahan di level masyarakat melalui jaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun. Pemerintah perlu meningkatkan pelacakan kasus dan pengetesan agar mereka yang terinfeksi tidak terus menularkan virus ke orang lain.

