Oleh: Ni Wayan Kusuma Putri
Libur panjang selalu dikhawatirkan menimbulkan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Pergerakan penduduk di masa liburan yang tidak disertai dengan penerapan protokol kesehatan menjadi penyebabnya. Pemerintah daerah harus berani dan tegas membubarkan kerumunan serta melakukan amplifikasi kampanye 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Pada tahun 2020 terdapat tiga periode libur panjang yang menjadi bahan evaluasi pemerintah, yaitu libur panjang Idul Fitri, libur panjang HUT RI, dan libur panjang 28 Oktober-1 November 2020. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, pada libur panjang Idul Fitri berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 69%-93%.
Lalu pada libur panjang periode HUT RI, berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 58%-118% pada pekan 1 sampai dengan 3 September 2020 dan pada libur panjang akhir Oktober dan awal November, berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 17% - 22%.
Masyarakat harus mengerti bahwa di masa pandemi ini penerapan 3M merupakan kewajiban dan bukan pilihan. Karena dari hasil temuan pada tahun 2020 oleh seorang peneliti bernama Hakan Yilmazkuday yang berasal dari Florida International University, dengan mengurangi kunjungan ke area publik sebesar 1%, sudah dapat mengurangi puluhan kasus dan kematian Covid-19 per minggu. Hasil studi ini harusnya dapat memotivasi masyarakat untuk mengambil pilihan bijak yaitu tetap tinggal di rumah dan menghindari keramaian.
Meskipun sulit, masyarakat diharapkan sepenuhnya sadar bahwa pilihan untuk mengurangi kunjungan ke area publik untuk melindungi diri sendiri dan utamanya orang-orang terdekat mereka. Ada beberapa alternatif kegiatan lainnya yang dapat dipilih dalam mengisi masa libur Natal dan Tahun Baru 2021, seperti virtual tour ke tempat-tempat wisata atau dapat juga memilih untuk stay vacation.
Pada prinsipnya, pilihan kegiatan tersebut memungkinkan masyarakat untuk berlibur tanpa menimbulkan kerumunan yang tentunya dapat meminimalisir potensi penularan Covid-19. Meskipun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan ini masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kampanye 3M ini akan terus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia.

