Oleh : Ni Wayan Kusuma Putri
Semua pernah merasakan rasa tidak percaya diri, kecemasan, atau yang kerap disebut insecure dalam menjalani sebuah kehidupan. Baik yang sekarang masih duduk di bangku sekolah ataupun yang sudah lulus bahkan sampai yang sudah memiliki pekerjaan. Entah itu karena akan kegagalan, cemas akan kehidupan di masa depan, fisik, dan lainnya. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi rasa itu?
Perasaan tidak nyaman sebetulnya wajar saja kita alami. Tetapi, insecure yang berlebihan dan berkepanjangan dapat membuat kita tidak berkembang. Hal ini tentu akan menghambat aktivitas, bahkan mungkin karir kita di masa depan. Tidak hanya itu, perasaan tersebut pun ternyata dapat mengganggu kesehatan mental dan memicu bad mood, hipertensi, malu dan kecemasan sosial berat, depresi, demensia, self-esteem rendah, gangguan makan, sampai kelelahan kronis. Insecure memang tidak dapat dihilangkan dan masih akan datang sewaktu-waktu
Akibat lain yang akan ditimbulkan dari rasa insecure tersebut adalah seseorang dapat menjadi takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat disebabkan mungkin karena berat badannya, warna kulit yang berbeda, dan perbedaan fisik lainnya ataupun segala perbedaan yang menyebabkan seseorang merasa insecure sehingga timbul rasa tidak nyaman untuk berinteraksi. Mereka akan menilai dirinya sendiri rendah dan tidak percaya diri.
Padahal sesungguhnya manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak pernah lepas dari yang namanya berinteraksi sosial, karena interaksi penting dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya ketika perasaan tersebut menjadi berlarut-larut maka hal ini akan menjadi masalah yang besar dalam kehidupan mereka.
Untuk itu kita perlu mengatasi rasa insecure yang ada dalam pikiran kita seperti lebih mencintai diri sendiri. Sehingga kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri kita. Cepat atau lambat kita akan paham akan karakteristik diri kita sendiri. Hal ini bertujuan agar memudahkan langkah kita ke depannya untuk bisa mengetahui dan mengembangkan apa yang sebenarnya ada pada diri kita sendiri. Kita dapat fokus dengan tujuan dan proses kita sendiri bukan karena proses dan tujuan orang lain.

