Oleh : Ni Wayan Kusuma Putri
Semua orang tentunya tidak asing dengan sistem kebut semalam. Sistem Kebut Semalam (SKS) merupakan sebuah sistem belajar sangat cepat yang baru dilakukan semalaman atau bahkan tidak tidur. SKS biasanya digunakan saat menghadapi ujian. Dalam sistem ini, seseorang berusaha menguasai berbagai materi pelajaran sekaligus. Boleh jadi, hal itu efektif karena ingatan akan segar saat mereka menghadapi soal-soal ujian.
Namun, benarkah sistem itu benar-benar efektif? Tidakkah otak akan lelah karena dipaksa menghafal banyak materi? Nyatanya belajar dengan metode SKS semacam ini sebanding dengan hasilnya. Kerja keras yang singkat akan menghasilkan capaian yang kurang optimal.
Fakta ini dikemukakan oleh para peneliti dari University of California, Los Angeles. Setelah dianalisis, peneliti menemukan bahwa semakin banyak jam tidur yang dikurangi siswa untuk belajar maka semakin buruk kinerja mereka saat mengerjakan tugas atau ujian.
Banyak pelajar yang beranggapan bahwa belajar dengan sistem kebut semalam memiliki banyak manfaat. Bahkan tidak sedikit yang melakukannya. Orang yang suka menggunakan SKS biasanya beranggapan, materi yang dipelajari masih segar di ingatan sehingga mudah teringat saat menghadapi soal-soal ujian. Padahal kenyataannya, SKS justru membuat mental pelajar atau mahasiswa tidak siap. Mental yang tidak siap, membuat perasaan tidak tenang menghadapi soal-soal ujian. SKS mungkin membuat ingatan segar, tapi hanya permukaan, tidak sampai pada tahap mendalami materi.
Seperti yang telah banyak diungkap oleh para peneliti sebelumnya bahwa kekurangan jam tidur juga akan mendorong munculnya kecemasan berlebihan dan membuat kinerja pelakunya menjadi jauh lebih lambat. Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan risiko penyakit jantung, menurunkan sensitivitas insulin pada tubuh hingga mengganggu sistem kekebalan tubuh. Anak-anak usia sekolah seharusnya mendapatkan tidur selama 10-11 jam tiap malamnya. Akan lebih baik jika anak mulai membiasakan belajar demi sedikit ibaratnya sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Oleh sebab itu, SKS atau Sistem Kebut Semalam lebih baik dihindari. Cara itu terbukti tidak efektif justru membuat otak kita malas karena kita hanya belajar ketika hari sebelum ujian. Cobalah terbiasa belajar untuk memerdekakan diri, bukan hanya sebatas mengejar nilai.

