Oleh : Ni wayan kusuma putri
Kebanyakan orang menganggap kedua hal ini penting. Ranking menunjukkan bahwa kita pintar di sekolah sedangkan nilai NEM yang akan mempengaruhi kelulusan kita.
Lalu kita harus fokus dengan NEM (Nilai Ebtanas Murni) atau fokus mengejar ranking? Nyatanya baik nilai UN maupun ranking, keduanya bukan jaminan kesuksesan. Mendapat ranking satu bukan berarti kita sukses begitupun sebaliknya mendapat nilai NEM tertinggi belum tentu membuat kita sukses.
Menurut hasil penelitiann yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan Rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke-30 sementara faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Jika anak nilai raport-nya rendah maka itu tidak masalah.
Semua anak punya potensi sukses, itulah yang harus dikembangkan oleh mereka. Tiap potensi yang mereka miliki sangatlah berbeda-beda justru itu yang harus sekolah sediakan. Untuk mendapat nilai UN tinggi dan ranking, banyak orang rela melakukan apapun demi mencapai itu semua contohnya menyontek. Tentunya kalian tidak asing dengan kata ini. Memang itu mudah dilakukan tapi berdampak buruk jika terus menerus berbuat seperti itu. Menyontek sama saja dengan berbohong padahal kunci utama meraih kesuksesan adalah kejujuran.
Sisi negatif dari pemberian ranking adalah adanya kecenderungan untuk memberi label pada anak. Pada anak yang memperoleh nilai ranking yang baik (misalnya 5 atau 10 besar), maka secara tidak langsung akan di cap "pintar" sehingga bukan tidak mungkin akan membuat anak menjadi sombong atau “overconfidence”. Sebaliknya anak yang mendapat nilai ranking rendah , bukan tidak mungkin akan menjadi anak yang rendah diri.
Sedangkan nilai UN yang rendah juga bisa membuat sebagian anak menjadi merasa tertekan atau merasa stress, karena ia merasa gagal. Dengan adanya perasaan stress ini, bukan tidak mungkin justru membuatnya semakin tidak bersemangat untuk belajar demikian seterusnya sehingga konsep dirinya menjadi semakin buruk.
Ranking dan Nilai UN yang kecil bukan berarti tidak sukses. Ada banyak faktor utama yang menentukan kesuksesan salah satunya motivasi dalam dari diri anak. Anak harus dihargai apa adanya yaitu sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.

