Semua orang pastinya memiliki sisi terang dan sisi gelap. Mereka pasti pernah memiliki masalah yang membuatnya terluka, hanya tentu kadar tiap orang berbeda. Masalah ini akan mempengaruhi kebahagiaan diri sendiri, relasi dengan orang lain bahkan dapat membuat mereka merasa trauma sepanjang hidup dan jatuh dalam kegelapan. Hal penting yang perlu mereka sadari adalah makna dari kehidupan itu. Setiap luka yang mereka dapat pasti ada hal baik di dalamnya.
Kabar mengenai orang yang mengakhiri hidupnya akibat tumpukan masalah yang dipendam mungkin sudah tak asing di pendengaran banyak orang. Dari luar, mereka bisa tampak baik-baik saja dan beraktivitas seperti biasa sehari-hari. Namun, siapa sangka bila ternyata mereka memiliki masalah dengan kondisi psikologisnya. Selain gangguan mental, luka mereka juga dapat disebabkan karena masalah tekanan batin misalnya luka karena dikhianati teman, broken home, luka karena orang yang disayang, dan masih banyak lagi.
Setiap ada kehidupan, pasti ada masalah yang timbul di dalamnya. Jika masalah itu diabaikan begitu saja, masalah inilah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami trauma berat dan berakibat fatal. Walaupun begitu dibalik masalah yang sulit, tiap orang akan diajarkan untuk melewatinya. Disakiti, dihina, diejek, mereka akan mampu melewati semua itu.
Ketika seseorang tengah merasa kecewa memang terkadang sulit untuk diungkapkan. Kekecewaan ini biasanya disebabkan karena luka yang begitu dalam. Padahal sebenarnya, ketika seseorang berhasil mengungkap keluhan dan mencurahkan perasaan mereka kepada orang lain, semua rasa sakit ataupun emosi yang mereka miliki boleh jadi hilang atau setidaknya beban terasa lebih ringan.
Pastinya tiap orang harus bangkit dari luka itu meskipun itu sulit dan perlu perjuangan bahkan proses yang cukup lama. Layaknya sakit fisik yang perlu waktu untuk sembuh, memulihkan luka mental itu juga membutuhkan waktu dalam kurun yang bervariasi. Salah satu tanda ketika kita sudah merasa sembuh adalah dimana saat kita teringat kembali kejadian tersebut, kita tidak lagi merasa pedih. Tentu semua proses ini bertahap.
Ada banyak pengalaman yang bisa kita lihat sendiri atau dengar dari orang-orang sekitar. Bahkan pengalaman kita sendiri yang akan menginspirasi orang lain. Akhirnya, pengalaman pahit, luka masa lalu itulah yang membuat kita dapat bersikap lebih dewasa (kp).

