Tanpa terasa, 6 bulan sudah kita lalui dengan hanya berdiam diri dirumah, menunggu keadaan membaik. Pandemi ini belum juga usai. Rasa jenuh pasti ada dalam diri tiap orang, tak perlu diherankan apabila melihat berapa banyak waktu yang kita habiskan tanpa bersosialisasi. Bosan, pasti tak sedikit yang mencoba berbagai kegiatan untuk menemukan hobi baru. Pandemi ini memang waktu yang tepat untuk mencoba melakukan hal-hal baru, salah satunya berkebun. Tak jarang kita hampiri orang-orang yang mulai untuk mencoba bercocok tanam dikala pandemi ini. Mulai dari merawat tanaman hias kecil di depan jendela, hingga menanam sayur-mayur untuk dikonsumsi secara pribadi. Kini, berkebun dianggap sebagai aktivitas yang menenangkan, ramah keluarga, serta bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan harian di tengah krisis pandemi. Selain untuk mengisi waktu, berkebun juga kerap dimanfaatkan oleh orangtua untuk mengajak anak-anaknya bermain sebagai aktivitas luar ruangan.
Dilansir dari www.lifestyle.kompas.com, sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Landscape and Urban Planning menemukan bahwa membuat kebun kecil di rumah adalah sebuah aktivitas yang secara mengejutkan bisa meningkatkan suasana hati seseorang. Studi tersebut menunjukkan bahwa efek positif terhadap suasana hati yang didapatkan dari berkebun bahkan sama dengan tipe olahraga umum, seperti bersepeda dan jalan kaki. Efek positif tersebut bisa didapatkan ketika kita berkebun sendiri maupun bersama orang lain. Selain itu, berkebun disebut sebagai gabungan unik dari berbagai kegiatan yang terbukti bermanfaat. Menghabiskan waktu di luar ruangan, misalnya, kerap dikaitkan dengan kebahagiaan bahkan meskipun hanya tergolong aktivitas fisik ringan. Memelihara tanaman juga diasosiasikan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik, sama dengan memenuhi kebutuhan makan dengan cukup. Berkebun adalah gabungan semuanya.
Dengan berkebun, kita juga secara tidak langsung menghemat pengeluaran kita semasa pandemi ini. Kita dapat menikmati sayuran dengan gratis dengan kualitas yang bisa saja lebih baik dari yang dijual di pasaran. Dan yang paling penting, kebersihannya pun terjamin apabila menanam sendiri, sehingga tak perlu ada rasa was-was ketika mengolahnya. Tapi tak hanya itu, kegiatan berkebun ini apabila ditekuni juga dapat menjadi salah satu sumber penghasilan. Terlebih lagi disaat pandemi seperti sekarang masyarakat akan cenderung lebih tertarik kepada makanan sehat dan bahan pangan yang masih fresh. Dikutip dari www.lifestyle.kontan.co.id, CEO Neurafarm Febi Agil Ifdillah (pemilik Ayo Nandur, penyedia layanan dan produk edukasi pertanian) menyebutkan pihaknya juga tak ketinggalan menangkap peluang tren berkebun di rumah saat masa pandemi. Febi menyebut jika urban farming sebenarnya bukan hanya sekadar hobi yang bisa dilakukan saat senggang. Lebih jauh daripada itu, urban farming disebut dapat memiliki potensi lebih besar ke depan. Bahkan hasil pertanian dari urban farming dapat menjadi potensi ekonomi yang cukup menjanjikan.
Berkebun memanglah salah satu pilihan kegiatan yang dapat kita lakukan selama pandemi untuk melepas stress. Bahkan sangat banyak dampak positif yang kita dapatkan dari berkebun di rumah. Selama kita masih dapat membagi waktu, tentu saja kegiatan ini akan mendatangkan hal baik kedalam kehidupan kita. Apabila berkebun ini dianggap sekedar hobi pun tentunya tetap bermanfaat untuk kesehatan mental, juga untuk mengisi waktu senggang dengan hal yang positif. (scy)

