Virus Sars-CoV-2 atau lebih dikenal Covid-19 telah membawa dampak besar bagi seluruh dunia tak terkecuali di bidang pendidikan. Dilansir dari situs web UNESCO, hampir 300 juta siswa di seluruh dunia termasuk Indonesia, kegiatan pembelajarannya terganggu akibat pandemi saat ini. Sudah lima bulan lamanya para siswa mesti melaksanakan kegiatan pembelajaran daring dari rumah. Lantas kini, sudahkah proses kegiatan belajar mengajar daring jadi lebih efektif?
Dari awal pembelajaran daring hingga kini, terdapat banyak kendala yang harus dilewati saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh dari rumah masing-masing. Baik kendala yang dialami pengajar, siswa juga orang tua. Proses pembelajaran daring pun belum banyak berubah. Tak sedikit guru merasa sangat kesulitan dalam menyampaikan materi kepada para siswanya. Belum lagi, beberapa guru cenderung berfokus pada penuntasan kurikulum di kala jam pembelajaran yang sudah tak seefektif ketika tatap muka. Tak hanya itu, guru-guru juga acap kali merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang tua sebagai mitra anak di rumah.
Sementara itu, tidak semua orang tua mampu mendampingi anaknya belajar di rumah entah karena alasan pekerjaan atau hal lainnya. Belum lagi, di tengah sulitnya keadaan ekonomi orang tua harus menyiapkan uang tambahan untuk memastikan pembelajaran daring sang anak berjalan lancar. Bahkan, beberapa siswa terkendala alat komunikasi yang kurang memadai misalnya handphone, laptop, dan alat komunikasi lainnya. Ditambah lagi banyaknya tugas yang diberikan beberapa pengajar menimbulkan rasa jenuh dan stress bagi para siswa.
Ketika melakukan pembelajaran secara online, secara tidak langsung pengajar dituntut untuk menyampaikan materi sekreatif dan semenarik mungkin agar siswanya tidak mudah bosan dan tetap dapat mengikuti pembelajarannya dengan semangat. Di sini juga akan menjadi tantangan bagi guru untuk mengerti dan memahami murid yang sedang mengalami kesulitan dan teliti dalam memberikan nilai pada tugas muridnya. Ketika siswa merasa nyaman mengikuti pembelajaran daring maka hal ini akan membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Orang tua juga akan berperan aktif dalam membantu dan mendampingi anak-anaknya sesekali.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap dengan pembelajaran baru bagi semua siswa dan oleh semua guru. Seperti halnya, kurikulum darurat yang baru dikeluarkan pada 4 Agustus lalu. Ketika pandemi Covid-19 inilah era dimana kita harus melatih, mengasah, dan meningkatkan kualitas diri dengan perubahan pembelajaran memanfaatkan teknologi dan suasana yang berbeda. Di saat pembelajaran daring seperti ini, sangat dibutuhkan kerja sama dari semua pihak baik orang tua, murid, guru, juga pengempu kebijakan. Dengan adanya kerja sama ini, pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lebih efektif (kp).

