Dunia sedang digemparkan dengan virus Sars-CoV-2 yang menjangkiti bahkan mengambil nyawa orang-orang. Penyebarannya yang pesat serta hanya dengan kontak fisik membuat masyarakat mesti berdiam diri di rumah. Apabila tengah berada di luar rumah, orang-orang pun harus tetap menjaga jarak satu sama lain. Telah lima bulan lamanya setelah COVID-19 menyerang. Segala aktivitas tak berjalan normal, semuanya dilakukan dari jarak jauh. Tak teekecuali para siswa yang harus menjalankan pembelajaran secara daring. Semua orang terpaksa menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah demi mengurangi angka kematian yang sampai saat ini pun masih terus bertambah.
Apakah mereka bosan akan hal itu? Tentu lama-kelamaan masyarakat akan dirundung kebosanan. Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang berinisiatif menghilangkan kejenuhan mereka dengan olahraga. Salah satu jenis olahraga yang tengah digandrungi masyarakat terutama para remaja ialah bersepeda. Bersepeda memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Di tengah badai pandemi, menjaga kebugaran tubuh merupakan hal yang penting. Untuk itu bersepeda dapat dijadikan pilihan orang-orang. Ketika bersepeda, orang-orang dapat menulusuri tempat-tempat di daerahnya sekaligus melepas penat. Sepeda sendiri termasuk kendaraan ramah lingkungan. Tak ada polusi yang dihasilkan sehingga kualitas udara tak akan semakin rusak.
Di sisi lain, para pesepeda biasanya tak sendirian. Umumnya mereka bersepeda bersama keluarga ataupun dengan teman-temannya. Mungkin tak masalah jika ramai-ramai bersepeda di saat kondisi normal, namun ramai-ramai bersepeda di tengah ancaman COVID-19 boleh jadi malah memperbesar peluang terjangkit virus Sars-CoV-2. Karena itulah, para pesepeda harus tetap menjaga jaraknya walau tengah bersepeda dengan orang-orang terdekatnya. Selain itu protokol kesehatan harus tetap diterapkan seperti menggunakan masker saat bersepeda. Bila perlu membawa handsanitizer untuk berjaga-jaga (mc).

