Banyak orang yang tidak dapat menerima suatu keadaan yang sulit dan menyedihkan sehingga mengakibatkan orang tersebut mengalami depresi. Dikutip dari aladokter.com, depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan rasa sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Seseorang bisa dikatakan mengalami depresi ketika orang merasa sedih, putus asa dan harapan, atau tidak berharga dalam jangka waktu panjang. Depresi merupakan penyakit mental yang mengakibatkan manusia menjadi tertekan dan tidak memiliki minat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Lubang hitam ini bisa menelan siapa saja tanpa memandang usia, juga tanpa memandang baik pria atau wanita. Depresi pada remaja kerap kali terjadi di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan 2018 mencatat, angka prevelensi depresi di Indonesia untuk kelompok usia lebih dari 15 tahun sebesar 6,1 persen atau 11.315.500 orang.
Remaja rentan mengalami depresi akibat mental pada diri mereka yang sensitif dan beberapa cenderung lebih memilih menanggung masalah mereka sendiri agar tetap terlihat kuat. Menjalani kehidupan sosial seperti hubungan keluarga, pertemanan, bahkan percintaan memiliki peluang besar untuk membuat seseorang depresi. Tak jarang remaja yang mengalami depresi memilih bunuh diri akibat pencapaian di sekolah yang kurang memuaskan diri sendiri maupun orang tua. Selain itu, orang tua terkadang memiliki tuntutan yang besar kepada sang anak tanpa mau mendampinggi. Namun, ketika hasil yang diterima tak seperti yang diinginkan juga kemungkinan mengakibatkan depresi pada sang anak karena akhirnya tuntutan tersebut hanyalah menjadi beban. Tindakan seperti ini kerap kali disepelekan, padahal memiliki dampak yang besar bagi kondisi psikis remaja yang sensitif.
Seseorang yang telah mengalami depresi tanpa penanganan dari ahlinya dapat menimbulkan kerugian pada dirinya sendiri atau bahkan bagi lingkungan sekitarnya. Remaja yang mengalami depresi cenderung akan menyendiri dan menjauh dari keramaian untuk menenangkan pikirannya. Depresi juga mengkibatkan kondisi fisik seseorang memburuk akibat pikirannya yang kacau, tak nafsu makan dan tidak bisa tidur. Bahkan remaja dengan kondisi ini dapat terjerumus ke hal negatif ataupun bunuh diri ketika dirinya sudah merasa terlalu tertekan. Bukan hanya pada dirinya sendiri, depresi pada diri seseorang juga dapat berakibat fatal pada lingkungan sekitarnya karena saat jiwa seseorang tidak stabil emosinya bisa dilampiaskan dengan melukai orang disekitarnya.
Oleh sebab itu, ketika seseorang sudah menginjak usia remaja alangkah baiknya jika keluarga bisa mendampingi dan memperhatikan perkembangannya. Keluarga khususnya orang tua yang memang sudah sepatutnya mendengarkan keluh kesah dari anak-anaknya. Motivasi serta dukungan adalah poin penting pada diri remaja ketika menghadapi masalah. Sebuah keluarga hendaknya mampu membuat sesorang nyaman dan aman ketika seseorang dalam masalah, bukannya membuatnnya takut dan memendam masalahnya sendiri sehingga mengakibatkan depresi (krn).

