Tak akan terelakan bila di setiap rumah tentunya akan memiliki satu televisi. Entah model apa pun itu, rumah akan terasa kurang lengkap tanpa adanya benda elektronik itu. Mulai dari berita pagi, kartun anak-anak, acara gosip di siang hari, sampai sinetron remaja yang tayang setiap malam. Nyatanya televisi selalu jadi kawan yang temani hari-hari. Apalagi bila rumah tengah diselubungi sunyi, yang tersisa hanyalah suara televisi.
Berbagai tayangan disajikan dengan apik oleh masing-masing stasiun televisi. Bagi orang dewasa, remaja, maupun anak-anak, sebenarnya telah disajikan tayangan sesuai usia mereka. Hanya saja, kerap kali terjadi kesalahan memilih jalur tayangan. Usia yang tergolong belum cukup dewasa, justru menggemari tayangan yang hanya pantas ditonton oleh orang dewasa saja. Memang tayangan yang ada di setiap stasiun televisi Indonesia, tentunya telah lulus sensor terlebih dahulu oleh pihak KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Dimana dalam hal itu, KPI berpedoman pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
Meski telah diuji, namun nyatanya tak lantas seluruh tayangan televisi dapat dikonsumsi mentah-mentah. Sebab, beberapa stasiun televisi memilih mempertahankan kualitas kontennya, namun sebagiannya justru mengesampingkan kualitas dan hanya terpacu pada rating semata. Alhasil tayangan televisi yang lalu lalang setiap harinya, hanyalah konten-konten hiburan saja. Bagaimana tidak? Konten hiburan akan selalu menempati posisi rating teratas di Indonesia. Jadi acuan setiap stasiun televisi yang mengejar rating. Sampai-sampai gerbang inovasi pun sadisnya ditutup demi mengikuti tren rating.
Buktinya, menurut data tribunlampung.co.id sekitar 63% penonton televisi lebih menggemari program acara hiburan. Sementara acara berita yang memberikan edukasi dan informasi, nyatanya hanya berhasil menarik 10% penonton saja. Hal ini menunjukan bila memang fungsi televisi sebagai hiburan begitu kuat. Sampai-sampai, fungsi televisi sebagai media informasi dan edukasi menjadi tersendat akibat sepi peminat. Nyatanya inovasi tayangan-tayangan televisi di Indonesia perlu dikembangkan. Tentu sebuah konten hiburan penting adanya dalam tayangan televisi, namun alangkah baiknya jika diselipi dengan bumbu-bumbu yang mengedukasi masyarakat Indonesia. (kar)

