Industri rumah tangga kerap dijajal para orang tua sebagai tambahan pemasukan dan tak jarang sebagai alternatif pengisian waktu. Pasarnya pun relatif menjangkau wilayah sekitarnya saja. Tak ayal usaha-usaha mikro, kecil, dan, menengah hanya diperhatikan segelintir orang. Boleh jadi pemasukan datang dari orang-orang di sekitar yang tentunya tak akan setiap hari melakukan kegiatan konsumsi dari satu orang produsen, tentunya akan menjajaki sektor-sektor produksi lainnya. Daya tarik yang mungkin tak begitu diperhatikan pada proses produksi dapat mempersulit barang untuk diedarkan. Ditambah lagi, apabila hanya merambah pasar warga sekitar tempat produksi. Bukankah usaha yang seperti ini dinamakan belum mampu memetik peluang?
Di era modern seperti sekarang ini, bagi generasi tua mungkin mengalami kendala dalam beradaptasi. Penyesuaian memang perlu dilakukan bila menginginkan kemajuan, misalnya pada masa kini, yang segala sesuatunya berpacu pada teknologi. Permasalahan industri rumah tangga yang terjadi itu sepertinya perlu mendapat sentuhan anak muda. Tak bisa jika terus menerus para generasi tua menutup telinga akan pembaharuan. Pola pikir kreatif generasi muda kini dapat dipadukan dengan ide produk yang telah dipertahankan dan merupakan komoditi utama yang ditawarkan. Contohnya saja, berbekal internet, anak-anak muda dapat membantu merancang bentuk, tampilan, dan kemasan yang lebih fresh dari sebelumnya, sehingga memunculkan daya tarik yang sekiranya akan sesuai dengan pangsa pasar modern. Terlebih bila mampu menciptakan rasa dan gairah baru dalam produk tersebut tanpa harus meninggalkan ciri khas yang telah dibangun para generasi tua.
Dengan gaya inovatif, pemasaran dapat dirancang untuk merambah pasar lebih luas lagi. Peran aktif anak muda kebanyakan dalam media sosial, akan sangat membantu produk-produk industri rumah tangga untuk dapat dipasarkan di kawasan lintas daerah. Kabar baiknya lagi, jasa antar telah mampu menjangkau pasar internasional. Anak-anak muda di sini berperan sebagai fasilitator sekaligus pendorong bangkitnya industri yang dirintis generasi tua, yang belakangan mungkin redup. Berkaca dari anak-anak muda yang sukses menjadi sosok wirausahawan, generasi tua perlahan-lahan akan semakin terbuka pada peradaban, khususnya terkait ekonomi. (rik)

