Tugas siswa sepenuhnya adalah belajar. Guru sebagai tenaga pendidik tentu punyakewajiban untuk membantu siswa memahami lebih pelajaran. Satu diantaranyadengan memberikan tugas. Lantas bagaimana tanggapan siswa terkait tugas yang diberikan?
Bagi siswa, belajar seorang diri merupakan kegiatan yang dominan di keseharian mereka. Setelah pulang sekolah, mereka harus belajar lagi di rumah masing – masing, membuat PR dan mungkin menyusun jadwal belajar pada malam, pagi atau sore hari. Untuk mengetahui seberapa jauh pencapain siswa dalam belajar, guru sebagai tenaga pendidik diwajibkan untuk melakukan evaluasi melalui tes atau pun memberikan tugas. Lantas bagaimana tanggapan siswa terkait materi dan tugas – tugas yang diberikan guru selama melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sekarang?
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim Madyapadma-online kepada 120 remaja di empat kabupaten/kota di Bali, yakni Denpasar (65%), Gianyar (17,5%), Badung (14,16%) dan Tabanan (3,33%). Dengan batas usia 13-20 tahun pada tanggal 23 Maret – 07 Juni 2021. Responden polling terdiri dari 67,5% perempuan dan 32,5% laki-laki. Dengan memanfaatkan formulir Google form melalui metode acak sederhana.
Hasil yang didapat oleh tim Madyapadma, terlihat sebanyak 49,16% responden menjawab bahwa guru mereka sudah aktif dalam memberikan materi. “Sudah aktif sih, guru biasanya setiap awal bab pasti memberi materi dulu, latihan soal-soal, baru ulangan. Tapi, kadang ada guru saking aktifnya jadi terkesan cepet-cepetan kaya ngejar target. Selama PJJ sekarang saya banyak yang kurang gerti materi,” aku I Kadek Angga Widanta (15) siswa SMP Dwijendra saat diwawancarai oleh tim Madyapadma pada Rabu (30/06)
Selain materi pembelajaran, sebanyak 90,83% responden sudah menjawab bahwa guru pengajar mereka sudah aktif sampai sangat aktif dalam memberikan tugas-tugas latihan. “Lumayan aktif kalau saya, setiap hari pasti dapat dua sampai tiga tugas, walau beberapa masih ada yang tidak mengajar atau telat. Entah apa alasanya,” jelas Kadek Meira Widya Bestari (17) siswi SMA Negeri 3 Denpasar
Pada dasarnya, tugas merupakan salah satu instrumen yang digunakan tenaga pendidik dalam serangkaian proses pembelajaran. Seperti, mengevaluasi pemahaman siswa terkait pembelajaran yang guru ajarkan, meningkatkan pemahaman siswa tentang materi yang dipelajari dan melatih rasa tanggung jawab siswa akan suatu tugas yang diberikan.
Namun jika dilihat 43,33% responden mengaku masih tidak mengerti bahkan sampai sangat tidak mengeti akan tugas yang diberikan. Tentu dengan ini pengertian tugas sebagaisalah satu instrumen pendidikan yang seharusnya mencerdaskan belumlah tercapai. “Tentang materi pelajaran, saya agak sulit untuk mencerna materi karena lumayan susah untuk belajar sendiri dibandingkan bertemu langsung dengan guru. Tidak sepenuhnya kesulitan, namun ada juga beberapa materi yang memang sulit saya pahami,” aku Puru Gede Wira Kesuma Jaya (17) siswa SMA Negeri 3 Denpasar.
Terkait hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim dalam sebuah kesempatan pernah mengutarakan bahwa selama ini banyak sekolahyang belum mengimplementasikan proses yang baik dan menyenangkan.
Sejalan dengan hal itu, banyaknya tugas yang diberikan guru memunculkan banyak keluhan siswa yang merasa terbebani dengan tugas yang semakin berat dan banyak. Hal ini dapat dilihat pada 68,33% responden menjawab bahwa mereka terbebani sampai sangat terbebani akan banyaknya tugas yang diberikan guru. “Untuk tugas selama ini saya agak terbebani, dikarenakan sulitnya untuk mengerti materi - materi dari pelajaran tertentu yang agak susah untuk dipelajari sendiri. Menghubungi guru lewat chat pun masih agak susah untuk dimengerti tentang materinya, lewat YouTube pun juga begitu. Untuk banyak atau tidaknya tugas yang diberikan tidak ada masalah, karena tugas - tugas yang diberikan tidak terlalu menumpuk” terang Wira Kesuma.
Selain merasa terbebani, banyak keluhan dari siswa bahwa mereka juga merasa kelelahan dan kehilangan banyak waktu yang seharusnya untuk bermain, bersosialisasi, mencari hal baru, atau sekedar melakukan hobi hanya karena waktu di luar jam sekolah siswa gunakan untuk mengerjakan tugas. Jika begitu kondisinya, lantas tugas itu membuat siswamenjadi cerdas atau justru malah membebani siswa? (ekn)

