Rabu, 17 Desember 2025, Madyapadma kembali mengadakan BISMA (Bioskop Madyapadma Trisma) untuk ramaikan acara PRESSLIST 15, terhitung setelah 3 tahun sejak BISMA terakhir pada PRESSLIST 13 (2022).
Dalam rangkaian PRESSLIST 15, Madyapadma Journalistic Park mengadakan BISMA (Bioskop Madyapadma Trisma) pada 17 Desember 2025 yang diselenggarakan di ruangan audiovisual Paondopo, Denpasar Timur. Kegiatan BISMA ini mengajak masyarakat umum dari seluruh kalangan untuk menonton bersama dan saling berbincang mengenai film film yang ditayangkan. Film yang ditayangkan berasal dari karya Madyapadma Journalistic Park dan nominator Youth Sineas Award (YSA). Kegiatan ini berlangsung dari jam 09.00 - 16.30 WITA dan terbagi menjadi 3 sesi. Film yang ditayangkan di tiap sesi berbeda. Sesi pertama, berlangsung pada jam 09.00 - 11.30 WITA, dengan topik film ‘Kekuatan dalam Kekurangan’ dan ditonton oleh sebanyak 26 orang. Terdapat 4 film yang ditayangkan dalam sesi ini, yaitu Secercah Harapan di Ujung Senja (Madyapadma Journalistic Park), Suara Diantara Aksara (Ineffabel Films), Ibu Periku (Lokatara Pictures), dan Maaf, Terimakasih (Tri-addict Production).
Kemudian pada sesi kedua, berlangsung pada jam 12.00 - 14.15 WITA, dengan topik film ‘Mereka Yang Tertinggal’ dan ditonton oleh sebanyak 29 orang. Terdapat 5 film yang ditayangkan dalam sesi ini, yaitu Langkah Seorang Ibu (Madyapadma Journalistic Park), Tempurung Si Penyu (Madyapadma Journalistic Park), Simbiosis (Noise Film), Kabar Dari Angin Selatan (FTV-UPI), dan Hak Tak Berpihak (FTV-UPI).
Pada sesi terakhir, topik film yang ditampilkan adalah ‘Di Ambang Realita’ dan ditonton oleh sebanyak 27 orang. Sesi ini berlangsung pada jam 14.30 - 16.30 dan terdapat 4 film yang ditayangkan, yakni A Place To Call Home (ISI Surakarta), No land For Idiots (Besar Media), Romansa Di Balik Pagar Akal (FTV-UPI), dan The Left Behind (FTV-UPI).
Kegiatan ini tidak hanya memberikan masyarakat ruang untuk menonton film. Dalam BISMA, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan saling berbincang untuk membahas topik film yang sudah ditonton. Hal ini disampaikan oleh Koordinator BISMA, I Ketut Arijuna Aryawangsa, “Semoga dengan adanya BISMA dan sharing section ini, pesan yang ingin disampaikan semua film, dapat tersampaikan dan berdampak bagi penonton”. Arijuna juga menegaskan, bahwa karya yang ditayangkan adalah film film yang terpilih dan berkualitas. Sehingga menurutnya, sangat disayangkan jika karya tersebut tidak dikenal dan dipertontonkan oleh masyarakat luas.
Pada kegiatan ini pula, salah satu produser dari film yang ditayangkan, Ni Luh Putu Vita Pradnyan Dewi (salah satu produser film ‘Secercah Harapan di Ujung Senja’) turut hadir untuk menyampaikan isi dan pesan dalam film yang dibuatnya. Vita menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur, sebab beberapa penonton memberikan reaksi positif terhadap film dokumenternya. Terlebih lagi, film tersebut telah diproduksinya selama hampir 1 bulan.
Banyak penonton yang memberikan reaksi positif terhadap seluruh film yang ditayangkan. Salah satunya, I Nyoman Rama Brahmantya Fajar Niarta, siswa kelas 12 SMAN 3 Denpasar. Sejak awal, dirinya memang sudah tertarik untuk menonton dan hadir dalam kegiatan BISMA, sebab ia ingin merefleksikan hidup dengan menonton film film dokumenter dan fiksi. “Selama menonton film, aku merasa sangat tersentuh, banyak sekali film yang membuat aku memikirkan ulang bagaimana cara memperlakukan orang lain, dan selalu bersyukur” ucap Rama. (wok)