“Di hari pertama aku cukup gugup waktu pelatihan, karena ini jadi hari pertamaku, cuman di hari kedua aku merasa lebih santai karena suasananya juga makin asik dan pembicaranya juga seru seru” ucap Peserta Pelatihan Film Dokumenter, Made Raline Khanya Devi Prabawa yang mengaku merasa lebih santai pada pelatihan hari kedua.
Rabu, 17 Desember 2025, merupakan hari kedua pelatihan film dokumenter yang diadakan Madyapadma Journalistic Park dalam rangkaian PRESSLIST 15. Pelatihan hari kedua masih bertempat di Ruangan Audiovisual, Paondopo, Denpasar Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh 17 siswa anggota Madyapadma Journalistic Park yang berasal dari 2 siswa kelas 11 dan 15 siswa kelas 10. Suasana yang tercipta dalam ruangan hari kedua, sedikit berbeda dibandingkan hari pertama pelatihan. Hari kedua, peserta pelatihan film dokumenter diberikan pemaparan materi mengenai, Penyutradaraan dalam Produksi Film Dokumenter, dan Pentingnya Editing Dalam Film Dokumenter. Kegiatan diawali dengan registrasi, kemudian pemaparan materi, dilanjutkan dengan praktek penyutradaraan dan editing, kemudian evaluasi serta diakhiri dengan penutupan.
Materi Penyutradaraan dalam Produksi Film Dokumenter dipaparkan oleh I Made Arya Wibawa Dwiputra Artana, atau yang akrab di sapa Iteh. Pada sesi ini, Iteh melanjutkan materi yang saling berkaitan pada materi hari sebelumnya dalam memproduksi film dokumenter. Iteh telah memiliki segudang pengalaman di bidang perfilman. Sejak tahun 2013, atau saat dirinya duduk dikelas 11 Sekolah Menengah Atas, Iteh sudah mulai tertarik dan mengikuti festival film yang ada di Indonesia. Pada pelatihan ini, Iteh memaparkan dan memberikan pentingnya prinsip, serta sikap sebagai seorang Sutradara dalam proses produksi film dokumenter. “Jika kalian kita menjadi Sutradara, apapun filmnya, fiksi atau dokumenter. Kita semua harus tahu tanggung jawab sebagai sutradara” ujar Iteh, yang kini mengajar sebagai dosen di Institut Seni Budaya Bandung, Program Studi TV dan Film.
Setelah penjabaran materi dari Iteh. Peserta lanjut diberikan materi mengenai Pentingnya Editing Dalam Film Dokumenter. Materi ini dipaparkan oleh I Dewa Made Febriantow Sukahet atau yang akrab disapa Dodek. Menurut Dodek, penting sekali melatih kepekaan sebagai filmmaker khususnya menjadi seorang editor. Sebab kepekaan menjadi kunci untuk membuat film menjadi menarik dan berkualitas. Dalam sesi ini, Dodek menyampaikan bahwa, penting sekali dalam sebuah proses editing, seorang editor memiliki visi dan pemikiran yang sama dengan sutradara, agar film yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh seluruh anggota produser film. Dodek menyampaikan prinsip serta elemen penting dalam proses editing, hal ini membuat peserta pelatihan antusias. Sehabis, pemaparan materi, peserta diberikan waktu untuk praktek dan menyalurkan ilmu yang sebelumnya sudah disampaikan. Peserta diminta untuk membuat 1 film dokumenter singkat dan dikerjakan langsung bersama masing masing tim. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan ditutup dengan pemutaran after movie dan menjadi pertanda bahwa Pelatihan Film Dokumenter telah selesai.
Peserta Pelatihan Film, Made Raline Khanya Devi Prabawa mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan film ini. Walaupun pada awalnya tegang, Raline merasa sudah mulai nyaman dan santai sehingga dirinya mulai berani untuk bertanya dan menyampaikan pendapatnya dalam pelatihan. Sejak awal, Raline memang sudah gemar untuk menonton film, sehingga ia penasaran mengenai proses dibalik pembuatan sebuah film, Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dirinya ikut serta dalam Pelatihan Film Dokumenter ini. (wok)