‘Tik tok tik tok’ tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.34 WITA. Sudah waktunya pembawa acara membacakan awarding lomba essay dan apresiasi majalah. Sorot mata I Gede Wiguna Pradnya Dutta penuh selidik dan tanda tanya menatap lekat layar laptopnya menunggu hasil pembacaan awarding. Siapakah yang berhasil menyabet juara pada ajang presslist kali ini?
Acara Presslist Virtual 11 terus berlanjut, satu demi satu ditampilkan nama-nama pemenang lomba esai. Cuaca yang semakin cerah turut membuat suasana pembacaan semakin memanas. Untuk puaskan rasa penasaran para peserta yang sudah tak tertahankan. Lomba Esai dan Pengumuman Apresiasi Majalah menjadi fokus utama mereka.
Raut wajah mereka tak dapat dibohongi. Siapa pun pasti dapat melihat ketegangan yang mereka rasakan. Suasana semakin terasa mencekam terlebih lagi semua peserta diam tak bersuara. Berharap barangkali jerih payah yang mereka lakukan terbayar. Membuat esai dan majalah tak dapat dianggap sepele. Diperlukan kerja sama tim yang baik, tak dapat mengandalkan pemikiran satu dua orang saja. Ditambah lagi persaingan lomba-lomba Presslist 11 khususnya untuk apresiasi majalah tak hanya sampai di tingkat daerah saja. Namun, sejak lama telah merambah hingga tingkat nasional.
Tatkala nama-nama pemenang itu muncul di depan layar, semua manik mata menuju ke arahnya. Satu demi satu peserta tersenyum sumringah terlihat menghiasi layar sorotan aplikasi zoom ketika nama mereka muncul di layar. Lantas, ketika nama sang juara terpampang dengan jelas. Tak dapat ditahan suara pekikan kecil terdengar dari bibir-bibir yang terus menyunggingkan sebuah senyuman itu. I Gede Wiguna Pradnya Dutta (15) sekilas tampak sangat gugup dan bangga dalam waktu yang sama. Dirinya mengaku ini merupakan kali pertamanya bergulat dalam lomba esai. “Saya merasa sangat bangga, juga sempat nggak nyangka dan heran aja. Soalnya esai yang saya buat nggak terlalu bagus kesannya, jadi sempat pesimis. Apalagi saingan di lomba ini rata-rata punya kemampuan menulis essai yang gak kalah lebih bagus,” ucap Wiguna Pradnya, siswa SMPN 10 Denpasar kala dihubungi oleh Tim Madyapadma Online pada Senin (28/12)
Sementara posisi kedua diraih oleh Made Adenia Kertianing Permatasari, siswa SMP Cipta Dharma, juara ketiga disabet Made Nariswari Paramita dari SMPN 5 Denpasar. Juara harapan 1 lagi-lagi diraih oleh siswa SMPN 10 Denpasar, atas nama Ni Nyoman Lavanya Iswari Devi. Juara Harapan 2 berhasil dimenangkan oleh siswa SMP Nusa Dua, Dhea Aprilia Permana Sari. Kemudian, juara harapan tiga sukses diboyong oleh Putu Amara Shatya Astari, siswa SMPN 6 Denpasar
“Akhirnya terbayar sudah perjuangan saya. Setelah kurang lebih lima sampai tujuh hari untuk mempersiapkan lomba ini,” ungkap Amara Shatya (14) mengucap syukur berhasil menjajaki posisi enam terbaik. Amara pula menitip pesan agar napas Presslist dapat senantiasa menjadi lebih baik kedepannya. Pula berharap masa pandemi yang masih menghantui agar buru-buru pergi dan semoga tahun depan pandemi sudah berlalu sehingga Presslist 12 bisa dilakukan secara offline.
Setelah itu, layar pun berganti dengan nama-nama sekolah penerima Apresiasi Majalah Sekolah tk SMP/MTs se-Indonesia. Sorot mata peserta pun kembali lurus ke depan. Ada tiga nama majalah yang tersingkap. Yakni, Genitri dari SMPN 9 Denpasar, Progress Cidha dari SMP Cipta Dharma Denpasar, GANA SPENUDA dari SMP Nusa Dua. “Seneng banget pastinya, apalagi memang udah susah-susah buat terus dapet apresiasi, seneng banget,” ungkap Made Adenia Kertianing Permatasari (14) antuasias, Ketua Tim Jurnalistik Progress, SMP Cipta Dharma Denpasar.
Dengan diraihnya apresiasi tersebut pun membawa harapan tersendiri. “Semoga Presslist terus maju dan bisa ngadain lomba-lomba yang banyak lagi. Karena dengan adanya lomba ini dapat mengasah kemampuan kita di bidang jurnalistik. Yang terpenting tetap semangat sih dan semoga Presslist 12 bisa lebih baik lagi,” harap Adenia di akhir wawancara. (pn)