Tak terasa esok adalah puncak Presslist Virtual 11. Presslist tahun ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari persiapan, kali ini 80% dilakukan secara daring.
Hari ini Minggu (27/12), Ni Putu Gesika Hilliana Dewi (16) bersama lima rekannya berada di ruang Pradnya Paramitha. Semuanya tampak berkutat dengan pekerjaannya masing-masing, ada yang sedang mengedit, mengusung untuk live besok, membuat profil, dll. Semuanya sangat fokus dan sibuk. Akan tetapi, suasana Presslist Virtual 11 kali ini terasa sangat berbeda dibandingkan Presslist 10 sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu panitia Presslist Virtual 11. Karena untuk saat ini kira-kira 80% persiapannya dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19. Jadi hanya beberapa panitia saja yang diperbolehkan ke sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sedangkan yang lainnya bekerja dari rumah. Meskipun secara daring, persiapannya tetap dilaksanakan semaksimal mungkin. Dan hingga kini persiapan Presslist Virtual 11 terhitung sudah mencapai angka 75%, hal ini dikatakan oleh Gesika Hilliana.
Walaupun begitu, manusia tetaplah manusia yang akan panik ketika berhadapan dengan situasi tertentu terlebih lagi h-1 menuju puncak acara. Sebagai penanggung jawab Presslist Virtual 11, Gesika Hilliana mengaku dirinya sangat panik. Tak hanya Gesika Hilliana, hal itu juga diakui I Gusti Oka Pramana Suryawantara (16). “Keliatannya sih gak panik, tapi dalamnya panik banget,” ujar Oka Pramana saat diwawancarai via online oleh Tim Madyapadma online pada Minggu (27/12). Sebagai operator, Oka Pramana mengaku bahwa ini pengalaman pertamanya. Ia mengatakan awalnya ia belajar melalui live streaming di Youtube, mulai dari cara import file, cara memasang microphone, cara memakai alat mixer, hingga cara menyambungkan kamera ke komputer. “Untuk kendala sih engga ada, karena saya sudah familiar sama kegiatan kayak gini. Saya sendiri sering coba-coba di rumah jadi tau sedikit-sedikit caranya,” ucap Oka Pramana. Menurutnya, tantangan menjadi operator adalah agar tidak panik saat acara. Apalagi karena acaranya akan diselenggarakan secara virtual, maka operator memegang peranan yang penting.
Berbeda dengan Oka Pramana yang bekerja langsung di sekolah, Ni Putu Diva Iswarani (17) bekerja dari rumah secara daring. Diva Iswarani mengaku dirinya sangat gelisah karena tidak tahu sudah sampai mana pekerjaan teman-temannya yang di sekolah. Sebagai SC (Steering Commite) peluncuran website e-jurnal dan e-katalog, saat ini persiapannya dalam mengecek web yang besok akan diluncurkan. “Tinggal e-katalog lagi dua produk, kemarin ada misscommunication aku kira udah diupload ternyata belum,” ujar Diva Iswarani. Meskipun bekerja secara terpisah-pisah dengan rekan lainnya, Diva Iswarani sangat optimis kegiatan besok akan berjalan dengan lancar. Sedangkan Gesika Hilliana mengalami kesulitan dalam mengecek apakah semua bidang sudah berjalan dengan lancar, karena ini pertama kalinya ia mengikuti acara Presslist. “Selain itu, waktu yang sangat mepet juga menjadi kendala, sehingga kita ngebut untuk mempersiapkan segalanya,” ujar Gesika Hilliana di akhir wawancara. Tetapi dirinya sangat yakin acara Presslist Virtual 11 besok akan berjalan dengan lancar, tentunya juga harus dibarengi doa dan dukungan dari teman-teman Madyapadma Journalistic Park semua. Karena selama ini sudah bekerja keras maka usaha tidak akan mengkhianati hasilnya. Meskipun bekerja dalam senyap, tetapi Madyapadma Journalistic Park harus tetap menyala. (pn)