Mata Adenia Kertianing Permatasari menatap lekat layar laptopnya. Penuh selidik dan tanda tanya. Meski terhalang jarak, namun tak menyurutkan antusiasme peserta pelatihan menulis esai dalam rangkaian kegiatan Presslist Virtual 11.
Untuk pertama kalinya, ajang apresiasi jurnalistik Presslist, yang digelar oleh Madyapadma Journalistic Park, diadakan secara virtual. Sebab pandemi Covid-19 masih belum dapat diajak kompromi. Masih menempel jadi parasit di negeri ini. Menjungkir balikkan setiap kebiasaan dan mencipta banyak batasan. Namun tidak untuk Presslist. Di tengah pandemi Presslist Virtual 11 tetap hadir, dengan mengusung tema Menempa Diri Menembus Batas, Merawat Keindonesiaan.
Salah satu rangkaian acaranya ialah pelatihan menulis esai bagi siswa SMP se-Bali. Telah dilaksanakan pada Jumat, 18 Desember dengan menghadirkan I Wayan Ananta Wijaya sebagai pembicara. Walaupun pelatihan diadakan dengan memanfaatkan aplikasi komunikasi video, 15 peserta dari berbagai sekolah tetap tampak aktif mengikuti pelatihan. Salah satunya, Adenia Kertianing Permatasari (14), siswa asal SMP Cipta Dharma. “Saya kira kemarin pelatihannya bakalan tegang, ternyata santai banget. Kakak panitia juga ramah. Enak banget tanya jawabnya, santai jadi nggak perlu takut nanya,” ungkap Adenia Kertianing saat diwawancarai via online oleh tim Madyapadma pada Sabtu (19/12).
Adanya pelatihan ini menjadi modal awal bagi peserta lomba esai tingkat SMP/MTs se-Bali dalam ajang Presslist Virtual 11. Untuk mengasah diri dan meraup ilmu baru sebanyak-banyaknya. “Pelatihan esai yang kemarin itu berguna dan seru banget, jujur saya jarang banget menulis esai jadi kurang tahu mengenai esai yang baik dan benar itu kaya gimana. Tapi setelah pelatihan kemarin jadi terbuka deh wawasannya tentang menulis esai,” jelas Adenia Kertianing.
Sebelumnya, peserta memang telah dibagikan materi kiat menulis esai oleh Ananta Wijaya. Sehingga pada saat pelatihan daring, langsung mengacu pada sesi tanya jawab. Memperkuat interaksi dengan saling berdiskusi dan bahkan berbagi pengalaman. “Saya mendapatkan banyak sekali ilmu-ilmu baru yang tentunya dapat memperluas wawasan saya dalam penulisan esai. Dan tentunya dengan ditambah sesi tanya jawab, saya juga dapat bertanya dan belajar untuk bisa membuka inspirasi saya sehingga bisa mengeluarkan ide-ide selanjutnya,” ucap Putu Amara Shatya Astari (14) siswa asal SMPN 6 Denpasar.
Tetapi tak terelakkan pula setiap kegiatan tak akan dapat berjalan dengan sempurna. Sama halnya dengan pelatihan daring menulis esai tersebut. “Lumayan lancar, semua berjalan sesuai rencana walaupun karena daring ada sedikit permasalahan sinyal di moderator terkadang,” ujar Ni Made Yani Savitri Devi (17) selaku ketua panitia Presslist Virtual 11.
Meski begitu, pelatihan masih dapat berjalan dengan baik dan seru. Tak tanggung-tanggung, terdapat begitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Bukti dari semangat dan antusiasme remaja Bali dalam menulis. Dari pertanyaan yang kerap jadi tanda tanya, menarik, sampai blak-blakan. “Bagaimana cara menulis esai yang benar, agar memperoleh juara?” tanya Dhea Aprilia Permana Sari, siswa SMP Nusa Dua, yang sontak mengundang gelak tawa. (mta/pn)