
Bersepeda, tentu menyenangkan. Namun jika jaraknya beratus kilometer? Itu tantangan. Terutama untuk bagi para pemuda yang lebih sering mengayuh otak daripada pedal sepeda.
“Capek sih, tapi ya namanya juga resiko,” kata Ida Bagus Raka Sastrakarmanjanta (17), seorang tim pesepeda inti dalam Jelajah Sepeda Pesisir Bali 2017. Kegiatan ekspedisi yang masuk dalam agenda tahunan ekstrakulikuler Madyapadma kali ini memang mengambil hal yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya di satu tempat, tapi bergerak terus sepanjang 200,2 kilometer. Tentu saja, persiapan yang dilakukan lebih ekstrem.
“Untuk para pesepeda, latiha fisik sudah dilakukan sebanyak 10 kali. Mulai dari akhir bulan Desember, tiap minggu 3 kali,” jelas I Wayan Bagus Perana Sanjaya (16), selaku koordinator tim pesepeda dalam acara ini. Latihan fisik yang dilakukan beragam. Mulai dari pemanasan, jogging, peningkatan kekuatan otot kaki, sampai latihan bersepeda jarak jauh. “Selama ini perkembangan fisik teman-teman itu beragam. Tapi setelah dikalkulasikan, kemampuan fisik teman-teman sudah memenuhi syarat dasar untuk bersepda, sesuai dengan seberapa jauh rute yang ditempuh,” jelas Bagus Perana.
Namun, hal tersebut tidak selaras dengan pendapat Raka. “Belum sih, harusnya lebih digenjot lagi. Tapi gara gara waktu, dan dikit orang yang serius latian, jadinya belum siap semua fisiknya.” Disamping itu, persiapan fisik sepeda yang akan dipakai, menurut Raka sudah rampung semuanya. Terbukti dengam sudah berjejer rapinya 19 sepeda di tempat parkir SMA Negeri 3 Denpasar, Rabu, (11/01).
Bagus Perana pun menambahkan, “Semoga dalam perjalan nanti apa yang diekspetasikan dapat direalisasikan, dan teman-teman pesepda dapat mengikuti dan menikmati jelajah sepeda ini.” (nan)