Bukan hanya fiksi, film - film dokumenter yang masuk ke YSA 2015 pun bersaing ketat dengan skill yang tak bisa dibilang standar.
Film Dokumenter adalah suatu pembuktian bahwa fakta bukan hanya dalam tulisan. Youth Sineas Award 2016 berhasil menampung 27 pembuktian hal tersebut dengan topik dan kekuatan yang tidak biasa. Setelah mengalami proses kurasi dan penjurian, akhirnya 7 film berhasil lolos dan menjadi calon pemenang masing - masing kategori.
Para nominator sudah diumumkan di website resmi Madyapadma (www.madyapadma-online.com) dengan keyword 'Nominator Bidang Film Dokumenter YSA 2016'
Kekuatan ini bisa dilihat dari film yang menjadi nominator dalam nominasi Film Dokumenter Terbaik, yaitu ‘Braen’ (SMA Karangreja Purbalingga, Jawa Tengah), ‘Dangsak’ (SMKN 1 Kebumen, Jawa Tengah), ‘Golak’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah), ‘Welit’ (SMKN Kawungaten,Cilacap, Jawa Tengah). Film Golak memiliki kesempatan untuk menang, karena filmnya tercantum dalam beberapa nominasi. Namun, ketiga film lain yaitu Braen, Dangsak dan Welit memiliki struktur ide dan sisi human interest yang sangat kuat. Sulit memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang utama.
Dilihat dari segi teknis, nominasi sinematografi film dokumenter terbaik yang jatuh pada film berjudul ‘Golak’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah), ‘Welit’ (SMKN Kawungaten, Cilacap, Jawa Tengah), ‘Braen’ (SMA Karangreja Purbalingga, Jawa Tengah), ‘Caci Dari Tanah Congkasae’ (Universitas Esa Unggul, Jakarta, DKI Jakarta), ‘Penyadap Pulut’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah). Ada pula Nominasi Tata Musik/Suara film dokumenter terbaik yang jatuh pada film dengan Judul ‘Kampung Cething’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah), ‘Penyadap Pulut’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah), ‘Braen’ (SMA Karangreja Purbalingga, Jawa Tengah), dan ‘Dangsak’ (SMKN 1 Kebumen, Jawa Tengah).
Namun, hal tersebut tentunya didukung oleh usaha dan kerja keras para kru. Sebagai 'kepala' dalam tim produksi, Nominasi Sutradara Terbaik jatuh kepada film ‘Golak’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah), ‘Welit’ (SMKN Kawungaten, Cilacap, Jawa Tengah), ‘Dangsak’ (SMKN 1 Kebumen, Jawa Tengah), ‘Braen’ (SMA Karangreja Purbalingga, Jawa Tengah), dan ‘Caci dari Tanah Congkasae’ (Universitas Esa Unggul, Jakarta, DKI Jakarta). Sebagai 'tangan'nya, Nominasi Editor film dokumenter terbaik jatuh pada film ‘Welit’ (SMKN Kawungaten, Cilacap, Jawa Tengah), ‘Penyadap Pulut’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah), ‘Golak’ (SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah), dan ‘Braen’ (SMA Karangreja Purbalingga, Jawa Tengah).
Lalu, bagaimana dengan Nominasi Film Terfavorit? Voting nominasi ini dilakukan di acara BISMA atau Bioskop Madyapadma pada hari Rabu (20/04), Kamis (21/04) dan Jumat (22/04). BISMA dilakukan di 2 tempat, yaitu di Cafe Sikuno (Jln. Gandapura III No 31) di hari Rabu dan Kamis, dan di Ruang Pertemuan Atas SMAN 3 Denpasar (Jln. Nusa Indah No 20X) di hari Jumat. Penganugerahan Youth Sineas Award dilakukan pada Sabtu, 23 April 2016 di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Denpasar, Jln. Surapati No 4 Denpasar. (TIM MP)