Berasal dari berbagai penjuru kabupaten/kota di Indonesia, peserta Film YSA bersaing dengan sangat ketat untuk memperebutkan sebuah Plakat. Lantas, siapakah yang terkuat?
Siapa yang menyangka, antusiasme para sineas muda Indonesia menggebrak seperti ini? Berasal dari Denpasar, Gianyar, Bangli, Badung, Surabaya, Probolinggo, Semarang, Purbalingga, Cilacap, Rembang, Ungaran, Kebumen, Klaten, Yogyakarta, Depok, Bekasi, Jakarta, Siak, Padang, Solok dan Tangerang, YSA kembali hadir untuk memberikan apresiasi kepada ke-22 film pemenang masing - masing kategori. Kali ini, sekitar 51 film fiksi dari total 78 film masuk. Setelah melalui tahap kurasi & penjurian, ditetapkan 13 film berhasil menjadi 'calon pemenang' masing - masing kategori.
Para nominator sudah diumumkan di website resmi Madyapadma (www.madyapadma-online.com) dengan keyword 'Nominator Bidang Film Fiksi YSA 2016'.
Ada beberapa nominasi yang menarik untuk diulas, diantaranya adalah nominasi film cerita terbaik yang nominasinya jatuh pada film dengan judul ‘A Bag Of Love’ (ISI Denpasar), ‘The Eyeless Beggar’ (Institut Kesenian Jakarta), ‘Sandal’ (Institut Kesenian Jakarta) serta ‘Benalu’ (SMA Islam Dian Didaktika, Depok). Jalan cerita 'A Bag Of Love' dinilai cukup romantis dan sederhana, namun ketiga film lainnya memiliki kekuatan akhir cerita yang tidak terduga. Sehingga, sulit melihat siapa yang akan menjadi pemenang.
Setiap film yang bagus, memiliki teknis yang mengesankan pula. Dan, hal ini terlihat dari film - film yang masuk nominasi sinematografi film cerita terbaik yang jatuh pada film berjudul ‘A Bag Of Love’ (ISI Denpasar), ‘The Eyeless Beggar’ (Institut Kesenian Jakarta), ‘Sandal’ (Institut Kesenian Jakarta) dan ‘Kimi’ (Universitas Esa Unggul, Jakarta).
Kualitas film juga tergantung kepada kru yang bekerja. Terlihat juga, para aktor dari film yang berjudul ‘A Bag Of Love’ (ISI Denpasar), ‘Benalu’ (SMA Islam Dian Didaktika, Depok), ‘Friendship Belt’ (SMA Taruna Dra. Zulaeha, Probolinggo) dan ‘Apa Salah Bersama Malam Dan Menolak Pagi?’ (Universitas Esa Unggul, Jakarta) berakting dengan sangat bagus, sehingga berhasil meraih nominasi pemeran utama pria film cerita terbaik. Tak mau kalah, aktris dari film dengan judul‘A B or C’ (Universitas PGRI Semarang), ‘Kimi’ (Universitas Esa Unggul, Jakarta) dan ‘Sandal’ (Institut Kesenian Jakarta) juga berakting dengan baik, sehingga berhasil memperebutkan nominasi pemeran utama wanita film cerita terbaik.
Keberhasilan sebuah film tergantung pada cara mereka untuk menarik penonton. Salah satunya caranya adalah dengan poster film. Para calon pemenang dalam kategori poster terbaik adalah 'Sandal' (Institut Kesenian Jakarta), 'Jangan Tidur' (SMAN 60 Jakarta), 'Begal Watu' (SMA Rembang Jawa Tengah), 'The Eyeless Beggar' (Institut Kesenian Jakarta), dan 'Tapel' (SMAN 4 Denpasar).
Itu hanyalah 8 dari 11 nominasi yang diperebutkan. Dari sini, kita bisa melihat ISI Denpasar dan Institut Kesenian Jakarta bersaing ketat memperebutkan plakat dari masing - masing nominasi. Namun, nominator yang lain seperti Universitasi Esa Unggul Jakarta, SMA Islam Dian Didaktika Depok, SMA Taruna Dra. Zulaeha Probolinggo, Universitas PGRI Semarang, SMA Rembang Jawa Tengah dan SMAN 4 Denpasar memiliki kesempatan besar untuk menyalip karena peluang yang terbuka.
Lalu, bagaimana dengan Nominasi Film Terfavorit? Voting nominasi ini dilakukan di acara BISMA atau Bioskop Madyapadma pada hari Rabu (20/04), Kamis (21/04) dan Jumat (22/04). BISMA dilakukan di 2 tempat, yaitu di Cafe Sikuno (Jln. Gandapura III No 31) di hari Rabu dan Kamis, dan di Ruang Pertemuan Atas SMAN 3 Denpasar (Jln. Nusa Indah No 20X) di hari Jumat. Penganugerahan Youth Sineas Award dilakukan pada Sabtu, 23 April 2016 di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Denpasar, Jln. Surapati No 4 Denpasar. (TIM MP)