
“Kakak dan teman-teman nanti dateng ya ke café sikuno ada bioskop Madyapadma, filmnya bagus-bagus lo,” Bujuk laki-laki berambut klimis itu memecah kebisingan ruang Prajna Paramita, Rabu (20/04).
Mengundang dan membujuk teman-teman untuk datang merupakan salah satu kesibukan I Made Angga Putra Dwipayana (16) selaku anggota panitia Bioskop Madyapadma (BISMA). Mengambil tempat di Café Sikuno, Jl. Gandapura 3 No.31, BISMA bertujuan untuk mengapresiasi film-film terbaik dari lomba Youth Sineas Award (YSA). “Dalam acara ini kita ngundang peserta yang lolos kurasi dan juga anggota ekstra Madyapadma yang lain” ucap Angga sembari memainkan sisir yang ada di tanganya.
Dalam BISMA hari pertama nanti akan diputar 5 buah film yang berjudul “Apa salah bersama malam dan menolak bersama pagi”, “Golak”, “Dangsak”, “Kimi” dan sebuah film spesial yang dipersembahkan oleh tim film Madyapadma Jounalistic Park. “Semua film-film yang diputer dalam BISMA nanti adalah film-film pilihan yang udah pasti bagus dan menarik,” jawab ketua BISMA, Dewa Ayu Ega Denisa Putri (17).
Ega mengungkapkan, “Di ujung acara nanti juga akan dilakukan voting untuk memilih film terfavorit”. Tak hanya itu, dalam acara BISMA nanti akan ada sesi diskusi dengan juri-juri YSA untuk berbagi pengalaman tentang pembuatan film. Jadi penonton selain dapat menonton, juga bisa sekalian belajar, sambil menyelam minum air.
Namun, BISMA tahun ini menyajikan hal yang berbeda: diadakan selama 3 hari berturut-turut tanggal 20, 21, dan 22 April 2016. “Tahun ini dilaksanakanya 2 hari di Sikuno dan 1 hari disekolah, jadi bakalan lebih seru dan menarik karena tempatnya juga mendukung,” ujar Angga.
Untuk mencapai hal besar, tentu ada pengorbanan besar juga yang tidak bisa dielakkan. Begitulah yang terjadi pada persiapan penyelenggaraan BISMA. “Karena awalnya kitanya santai - santai, dan miss communication gitu. Tapi setelah mepet, kita jadi lebih jengah dan astungkara bisa ngejalaninya dengan baik,” Terang Ega sembari mencurahkan keluh kesah yang ia rasakan.
“Semoga BISMA tahun ini penontonya semakin banyak, bisa memuaskan dan menginspirasi banyak orang,” harap Ega mengakhiri wawancara. (git)