
“Larass, sini kamuu.. Mau nyanyi di mini album nggakk?? Eh ehh, langsung masuk aja dehh,” ujarnya, sembari meniru suara seniornya, kala itu. Kaget, senang, dan rindu, bertemu kembali dengan nalurinya dulu, memuncah dalam dirinya.
Berlian Syarafina Larasati. Namanya indah, begitu pula dengan suaranya. Mengaku memang senang menyanyi sejak kecil, Laras, panggilan akrabnya, sangat senang, ketika mendapat kesempatan untuk bernyanyi lagi. “Rasanya seperti arung jeram. Anggap aja arusnya itu orang-orang yang bisa ngiringin aku nyanyi. Jadi, semakin deras arusnya, semakin seru,” tutur Laras, sambil membenarkan posisi duduknya di atas lantai yang dingin.
Kegiatan mengasah suara, sudah ditekuni remaja kelahiran 16 tahun lalu ini sejak duduk di kelas 1 SD. Ekstrakurikuler vokal dan paduan suara ia ikuti selama menempuh pendidikan di SD dan SMP. Dan disanalah ia menemukan jati dirinya. “Paduan suara itu bener-bener hidup dalam hatiku,” kenang Laras.
Namun, di balik keelokan suaranya, gadis bersenyum manis ini bukanlah orang yang tahan terhadap godaan makanan. Maka dari itu, agak susah baginya untuk menjaga kualitas suara. “Dulu sempet disuruh ngunyah kencur mentah mentah langsung telan. Sampe muntah-muntah awalnya,” akunya sambil tertawa ringan.
Tak jarang, Laras menerima tawaran untuk menyanyi solo. Namun semua itu ditolak. Laras mengaku lihai mengayunkan suaranya sendiri. Sehingga “Aku menyanyi untuk diriku sendiri,” begitu katanya. Tapi akhirnya, kesempatan untuk menunjukkan bakatnya kali ini ia terima. Tunggu saja, lantunan nada-nadanya yang mendayu akan terdengar dalam dua lagu yang ada di dalam Mini Album Madyapadma Journalistic Park.
Waktu persiapan rekaman MP mini album, Laras rasa sudah cukup. Namun, ada sesuatu yang mengganjal dalam dirinya. “Aku rekamannya pas pilek. Pas udah selesai rekaman malahan ilang tu pilek,” sesalnya. Walaupun begitu, ia tetap menaruh harapan yang tinggi untuk kesuksesan mini album ini. “Semoga album MP ini bisa selaris albumnya Maroon 5 atau Coldplay! Amin.” (nan)