Youth Sineas Award (YSA) punya banya cerita. Mulai dari pencarian peserta hingga berbagai diskusi alot, setiap prosesnya menarik untuk dibaca.
Madyapadma – Salah satu ceritanya adalah rapat dengan pihak Kepala Bidang Pembinaan Dokumentasi dan Kearsipan Kota Denpasar beserta staf-stafnya mengenai tempat penganugerahan YSA di studio dokumentasi. Rapat pada hari Rabu (13/04) di Ruang Rapat BPAD Kota Denpasar ini dilakukan untuk mengambil keputusan akhir kapan &dimana penganugerahan YSA dilakukan. “Rencananya itu YSA dilakukan pada hari Sabtu, 23 April 2016. Tapi karena itu hari libur pegawai, jadi dari pihak BPADnya minta harinya dipindah,” ungkap Pradana Yogaswara (16) selaku koordinator YSA. “Kita sudah minta izin dan mengirim surat dari lama banget. Masalahnya cuma di hari yang tidak pas sama jam kerja pegawai disini.”
Rapat yang diikuti oleh 5 orang perwakilan dari Madyapama ini berjalan cukup panjang. Banyak hal yang didiskusikan dan dipertimbangkan oleh pihak Bidang Pembinaan Dokumentasi dan Kearsipan Kota Denpasar, seperti jumlah undangan, media yang diundang, hingga rundown acara hari H. Namun akhirnya, pihak pengelola gedung memperbolehkan acara dilakukan pada hari Sabtu. “Pimpinan kami mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan ini. Karena ini punyanya Pemerintah Kota Denpasar, siapa saja boleh menggunakan gedung ini asal untuk keperluan yang bermanfaat,” ungkap I Made Armajaya selaku Kepala Bidang Pembinaan Dokumentasi dan Kearsipan Kota Denpasar. Beliau tidak menjelaskan mengapa perizinannya diproses lama.
Penganugerahan Youth Sineas Award dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada film terbaik, baik dokumenter maupun fiksi. Data terakhir, sekitar 78 film dari tujuh provinsi se-Indonesia dikirim untuk bersaing di kompetisi ini. (ima)