
“Maaf, kami nggak dikasi loh sama pihak sekolah. Batalin aja ya”, tutur Anak Agung Istri Kaila Kirtaniya (16) sembari menirukan celotehan lawan bicaranya via telepon, kala itu. Awalnya berharap banyak, namun pengakuan itu justru membuat Kaila semakin terpukul.
Ditemui pada Selasa (12/4) di Ruang MPTV Online Madyapadma Journalistic Park, Kaila selaku Ketua Panitia Lomba Film Dokumenter MP Youth Sineas Award (YSA) Presslist 7, menuturkan bahwa pada 7 (tujuh) hari sebelum penutupan pendaftaran, peserta yang baru mendaftar untuk lomba YSA hanya 7 tim. “Aku pribadi sampai habisin pulsa 200 ribu untuk hubungi peserta”, ujar gadis berkacamata tersebut.
“Target panitia untuk pendaftar lomba YSA adalah 70 tim. Itu sangat sulit untuk dicapai. Belum lagi ada panitia yang gak mau kerja dan menghindar gitu”, aku Kaila. Sembari terduduk bersila di atas lantai yang dingin, gadis itu mencoba tak putus asa. Segala upaya dilakukan demi tercapainya target tersebut. “Banyak peserta yang PHP, katanya mau ikut tapi akhirnya enggak. Ada juga peserta yang pas mau dihubungi, malah sengaja tidak direspon”, kenangnya.
Pada akhirnya, segala usaha panitia berbuah manis. Hal tersebut terlontar dari bibir I Gde Made Hendra Pradiptha (16) dan Kadek Made Fitrayani (16) selaku Steering Committee Bidang YSA. “Ya untungnya sekarang sudah ada 78 film yang masuk ke panitia”, ucap Hendra. Mereka memaparkan, dari 78 film tersebut, terdata lebih dari 1000 peserta yang telah terdaftar ikut lomba YSA. Para peserta ini berasal dari 19 Kabupaten/Kota dari 7 provinsi di seluruh Indonesia. Seperti dari Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, jawa Timur, Sumatera Barat, Jakarta, dan Riau. Dari berbagai kabupaten/kota seperti Solok, Semarang, Purbalingga, Kebumen, Bogor, Klaten, Bekasi, dan lain sebagainya. Lanjut Fitrayani, film yang telah dikirimkan kemudian akan melalui proses kurasi untuk memilih film-film yang layak ditampilkan pada Bioskop Madyapadma (Bisma) dan menerima 22 penghargaan dari panitia.
“Kami dari panitia merasa sangat bangga dengan raihan peserta tahun ini, karena peserta tersebar rata dari daerah-daerah di Indonesia. Tidak hanya dari Bali saja”, kata Kaila. Dirinya berharap agar panitia tetap siaga dan jangan menganggap mudah pekerjaan yang harus diselesaikan panitia menjelang puncak acara Presslist 7, sekaligus peanugerahan pemenang YSA nanti, pada tanggal 22-23 April 2016. “Inget pulsa itu sangat berharga bagi para panitia”, celetuk Kaila sembari tertawa terbahak-bahak, menutup wawancara. (git/smy/nan)