“Orang-orang itu belajar tidak hanya dari buku saja, dengan hanya membaca rentetan-rentetan tulisan saja mereka pasti pusing. Nah, alternative lainnya itu ada film.” Ungkap Dewa Ayu Putu Kanianita Sanjaya, tatkala tim Madyapadma mengulik dunia film yang digelutinya Kamis (3/10).
Dewasa ini iklim perfilman Indonesia semakin berkembang. Dibuktikan dengan banyaknya peminat film terutama kalangan remaja. Ajang lomba film Youth Sineas Award (YSA) 7 yang diselenggarakan oleh Madyapadma Journalistic Park tak hanya bertujuan untuk menampung ide-ide kreatif dari remaja se-Indonesia. Melainkan, ajang lomba yang akan diselenggarakan pada November mendatang juga memiliki tujuan untuk menggunakan film sebagai media pendidikan anak-anak. Seperti apa yang diungkapkan Ni Putu Sasti Wulandari Dwipa (16) sebagai salah satu steering comitte YSA 7 menurutnya film tak hanya berperan sebagai media hiburan. “Film juga bisa kok digunakan sebagai media untuk belajar. Kalau lewat film kan apa yang dilihat oleh mata dan apa yang kita dengar menggunakan telinga itu bakal lebih mudah diingat. Otomatis kan belajarnya jadi lebih mudah,” ungkap Sasti Wulandari. Tak hanya itu, Sasti juga mengaku bahwa dirinya kerap belajar bahasa inggris melalui film-film yang ditontonnya.
Di zaman modern seperti skarang ini berbagai genre-genre film sudah diluncurkan. Banyak jenis genre film yang dapat menjadi media belajar seperti saintek atau sains-fiction. Mengingat kondisi pendidikan yang seperti sekarang ini akan mengakibatkan kejenuhan bagi para pelajar. Sehingga penting untuk dapet mengaplikasikan film dalam kegiatan belajar. “Banyak film yang genrenya mndidik istilahnya kaya sambil menyelam minum air kita dapet hiburan kita juga dapet ilmu pengetahuan,” ujar Kania. Selain itu melalui film proses belajar akan lebih menarik karena pelajar tidak hanya akan berpatokan dengan berbagai jenis buku yang tentunya sedikit memiliki daya tarik. Para penonton juga bisa mengambil nilai moral yang tekandung dalam film tersebut. Sebab di dalam sebuah film banyak mengandung nilai-nilai kehidupan yang ingin disampaikan dari beberapa pihak kepada masyarakat luas. Nilai-nilai tersebut tentunya akan bisa menjadi motivasi bagi para generasi muda untuk menjadi lebih baik. Dari suatu adegan-adegan positif pada film akan mendorong penontonnya untuk ikut melakukannnya.
Di kehidupan yang bebas seperti sekarang ini, sangat penting untuk menyebarluaskan informasi pendidikan melalui sebuah film. Salah satu nya adalah pendidikan sex. Pendidikan sex merupakan jenis film yang seharusnya disebar luaskan di Indonesia ini mengingat kehidupan barat yang secara perlahan memasuki daerah kita ini. Pendidikan sex itu sendiri harusnya diajarkan sejak dini agar para generasi muda bisa memahami pengertian pendidikan sex. Berbagai pro maupun kontra muncul mengenai film pendidikan sex. Sebagian sudut pandang menganggap bahwa pendidikan sex merupakan ajaran yang negatif dan terksan mengandung unsur pornografi. Padahal jika dilihat secara luas pendidikan sex adalah suatu pendidikan yang memiliki banyak manfaat bagi generasi muada. “Menurutkupendidikan sex merupakan suatu ajaran yang memberikan pengetahuan tentang penyakit-penyakit ataupun dampak yang akan ditimbulkan melalui sex bebas,” jelas Kania.
Banyak harapan yang dilontarkan dari berbagai pihak untuk kemajuan pendidikan melalui film kedepannya. Melalui film diharapkan mampu untuk meningkatkan pendidikan Indonesia dan bisa terus menghasikan film yang berkualitas. “Harapanku kedepannya literasi film akan banyak diadakan di sekolah-sekolah agar bisa menghasilkan pendidikan berkualitas melalu film yang berkualitas,” tutup kania diakhir wawancara. (kar/dyt)