
“Terima kasih Komunitas Madyapadma sudah mengundang yayasan kami untuk menerima buku-buku hasil sumbangan yang dikumpulkan," kesan seorang wanita muda kala memberikan kata sambutan di atas panggung berkarpet merah. Ada kegiatan apakah kali ini?
Aula besar dengan dinding hijau pada pagi hari ini (14/08) terasa lebih padat. Pada hari terakhir dari Denpasar Book Fair 2019, pengunjung yang berdatangan lebih ramai dari hari – hari sebelumnya. Berbarengan dengan Hut Provinsi Bali ke-61, hampir semua anak – anak yang menjelajahi stand – stand buku ini menggunakan pakaian adat Bali sesuai dengan arahan Gubernur Bali. Hawa panas yang terasa membakar kulit tidak menjadi masalah bagi kaum generasi milenial ini. Pukul 10.00 Wita bagai gempa bumi yang datang tanpa aba – aba, kerumunan murid – murid yang duduk di bangku sekolah menengah pertama, sekolah dasar hingga taman kanak-kanak berdatangan ke areal panggung. Sontak saja tak ada ruang bergerak, penuh sesak. Bernapas pun rasanya sulit. Kehebohan mereka terdengar begitu nyaring memekakkan telinga sembari pembawa acara mulai menyapa. Menandakan acara akan segera dimulai.
Meski mentari tak secerah hari kemarin, namun kegiatan Denpasar Book Fair 2019 tetap berlangsung dengan meriah. “Hayo adik – adik yang mau hadiah angkat tangannya ya,” ucap Tara Trijatha selaku pembawa acara. Seketika anak – anak yang awalnya duduk manis langsung berebut sambil mengacungkan tangannya. Hadiah yang ditawarkan sangat menggiurkan bagi anak – anak, makanan ringan yang manis. Agenda kegiatan pada hari ini adalah Gerakan Peduli dan Berbagi Buku oleh Komunitas Madyapadma kepada Yayasan Pelangi dan Yayasan Senyum Bali. Sebelumnya Komunitas Madyapadma telah membuka kegiatan penerimaan sumbangan buku. Buku-buku tersebutlah yang disumbangkan kepada Yayasan Pelangi dan Yayasan Senyum Bali. Kegiatan ini belangsung dengan santai, sambil diselangi dengan berbagai permainan dan menyanyi.
“Yang pasti sih untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekitar,” ungkap Ni Made Karina Dwitya Savitri selaku salah satu panitia Gerakan Peduli dan Berbagi Buku dari Komunitas Madyapadma. Meski acara berbagi buku ini hanya berlangsung selama satu jam, namun acara ini benar-benar berarti bagi semua pihak. “Senang banget ada acara seperti ini. Karena melalui acara Peduli dan Berbagi Buku dari Komunitas Madyapadma, yayasan kami bisa mendapatkan banyak buku untuk anak-anak yang memang membutuhkan,” tutup Emi Liana selaku salah satu pihak dari Yayasan Senyum Bali. (dyt/ade)